Strategi Anies-Sandi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Rata-rata Lama Siswa Sekolah

Kompas.com - 20/10/2016, 08:56 WIB
Bakal cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan saat naik tangga menuju lantai lima untuk menjadi pembicara seminar guru PAUD di Gedung Rabbani, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016). Kahfi Dirga CahyaBakal cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan saat naik tangga menuju lantai lima untuk menjadi pembicara seminar guru PAUD di Gedung Rabbani, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetensi guru dan rata-rata lama sekolah di Jakarta belum mencapai maksimal. Berdasarkan data dari neraca pendidikan daerah (NPD) yang dimiliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015, DKI Jakarta berada di posisi ketiga kompetensi guru dengan presentase 62,58 persen.

Posisi pertama ditempati Provinsi DI Yogyakara 67,02 persen, diikuti Provinsi Jawa Tengah 63,30 persen. Sementara itu, tingkat rata-rata lama sekolah di Jakarta sekitar 10,54 tahun dari harapan lama sekolah selama 12,34 tahun.

Meskipun begitu, DKI Jakarta masih menduduki peringkat pertama soal rata-rata lama sekolah dengan nilai 78,39 persen. Di bawahnya Provinsi DI Yogyakarta sebesar 76,81 persen. Anies menilai kucuran APBD Provinsi DKI Jakarta untuk pendidikan tak sebanding dengan hasil siswanya.

Salah satunya adalah rata-rata lama siswa sekolah belum mencapai 12 tahun. Lantas, bagaimana strategi Anies-Sandi untuk meningkatkan kompetensi guru dan rata-rata lama siswa sekolah di Jakarta?

Terkait kompetensi guru, strategi Anies meningkatkan kompetensi guru dengan bekerja secara sistemik. Ia akan lebih dulu memetakan kompetensi dan kinerja semua guru di Jakarta.

"Dari dua itu, disusun program pengembangan," kata Anies di Jakarta Timur, Rabu (19/10/2016).

Anies menambahkan, saat ini di Kemendikbud sudah ada program pengembangan guru pembelajar. Program ini bertujuan meningkatkan mutu guru. Di sisi lain, hal yang gak kalah penting adalah peningkatan mutu sekolah.

Peningkatan itu ditargetkan bagi guru dan sekolah yang mutunya berada pada posisi antara 10 persen sampai 20 persen dari bawah. (Baca: Anies: Hasil Anggaran Pendidikan di Jakarta Belum Maksimal)

Harapan lama sekolah

Sementara itu, terkait rata-rata lama siswa sekolah di Jakarta, Anies juga mengaku memiliki strategi tersendiri. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan anggaran besar dari Pemprov DKI Jakarta kepada siswa di Jakarta.

Setiap siswa di Jakarta mendapat sekitar Rp 6 juta per tahun. Anies menilai, hal pertama yang dilakukan harus memastikan program sekolah kejuruan relevan dengan Jakarta. Bila program itu relevan, maka siswa dipastikan betah di sekolah, terutama di SMK.

"Kemudian program dikembangkan dibuat lebih relevan kemudian mengajak dunia usaha utuk terlibat dalam pelatihan anak-anak di level SMA dan SMK," kata Anies.

Anies akan menggandeng banyak perusahaan di Jakarta untuk menyukseskan program ini. Sebab, program dinilai mempersiapkan siswa yang duduk di bangku SMK untuk masuk dunia kerja.

"Sehingga tak ada angka putus sekolah lagi," kata Anies. (Baca: Soal Pendidikan, Ini Gagasan Cagub-Cawagub Pilkada DKI 2017)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X