Kompas.com - 21/10/2016, 14:30 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pekerjaan revitalisasi Pasar Rumput Manggarai, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Di Pasar Rumput ini akan dibangun gedung 24-26 lantai rusunawa, 3-4 lantai pertama akan tetap difungsikan sebagai pasar. Pedagang yang selama ini berjualan telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Rumput. 1000-an pedagang telah menempati TPS Pasar Rumput. TRIBUNNEWS / HERUDINWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pekerjaan revitalisasi Pasar Rumput Manggarai, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Di Pasar Rumput ini akan dibangun gedung 24-26 lantai rusunawa, 3-4 lantai pertama akan tetap difungsikan sebagai pasar. Pedagang yang selama ini berjualan telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Rumput. 1000-an pedagang telah menempati TPS Pasar Rumput.
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah menyiapkan beberapa strategi untuk memenangi Pilkada DKI 2017 bersama pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Pasangan petahana itu akan maju lagi pada Pilkada DKI 2017.

Salah satu strateginya adalah dengan sering turun ke masyarakat pada masa kampanye.

"Nanti kami masuk ke perkampungan-perkampungan, berdialog dengan warga, beraktivitas dengan warga bisa kerja bakti, rembuk bareng, macam-macam," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (21/10/2016).

Ia mengatakan hal itu terkait hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis pada Kamis kemarin tentang tingkat elektabilitas para bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

Djarot mengatakan, Ahok mungkin akan melakukan aktivitas bersama anak muda dari berbagai komunitas. Sementara Djarot juga akan fokus untuk menggerakkan mesin partai politik secara maksimal.

Djarot juga akan turun langsung untuk melakukan proses pendidikan pelatihan para saksi.

"Termasuk istri saya nanti ikut langsung. Sekarang sudah dipersiapkan untuk ke majelis-majelis taklim dan berdialog dengan warga," kata Djarot.

Berdasarkan survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dilakukan pada 1-9 Oktober 2016 terhadap 648 responden yang merupakan warga DKI, elektabilitas pasangan kandidat cagub-cawagub Ahok - Djarot mencapai 45,4 persen.

Adapun elektabilitas pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni sebesar 22,4 persen dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 20,7 persen. Sebanyak 11,6 persen responden menjawab tidak tahu atau rahasia terkait siapa yang dipilihnya dalam pilkada.

(Survei SMRC: Elektabilitas Agus-Sylvi 22,4 Persen, Anies-Sandiaga 20,7 Persen, Ahok-Djarot...)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.