Mahasiswa Gelar Aksi di Lokasi Pengundian Nomor Urut Cagub-Cawagub

Kompas.com - 25/10/2016, 19:24 WIB
Sejumlah spanduk yang dibentangkan sekelompok mahasiswa saat mengadakan aksi di luar lokasi pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016). Alsadad RudiSejumlah spanduk yang dibentangkan sekelompok mahasiswa saat mengadakan aksi di luar lokasi pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok mahasiswa mengadakan aksi di luar lokasi pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).

Dalam aksinya, para mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) regional Jabodetabek itu mendesak semua pasangan calon untuk bersedia menandatangani kontrak politik yang diusulkan para mahasiswa.

"Kami meminta agar pasangan calon bersikap terbuka terhadap kritik dan tidak fobia terhadap gerakan mahasiswa serta bersedia mengadakan diskusi terbuka," kata salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

(Baca juga: Sebelum Ikut Penetapan Nomor Urut, Agus-Sylvi Ajari Yel-yel ke Pendukung)

Menurut pengunjuk rasa, usulan para mahasiswa agar pasangan calon menandatangani kontrak politik ini berlaku untuk semua calon tanpa terkecuali.

"Para pasangan calon tidak boleh menutup pintu demokrasi ketika terpilih dan duduk di kursi tertinggi di Ibu Kota," kata dia.

Para mahasiswa mengadakan aksi di depan hall D JIExpo yang merupakan lokasi berkumpulnya massa pasangan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Mereka turut membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan "Mahasiswa Siap Kawal Pilkada DKI Jakarta, Dua Cita Mahasiswa, dan Tandatangani Kontrak Politik dengan Mahasiswa."

(Baca juga: Jelang Pengundian Nomor Urut Cagub-Cawagub DKI, Pendukung Mulai Ramaikan JIExpo Kemayoran)

Kompas TV Ahok-Djarot Masih Memimpin Hasil Survei
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

18 Titik Banjir di Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang Sebut Drainase Tol JORR II Tak Memadai

Megapolitan
Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Titik Banjir di Jakarta Bertambah Jadi 47 RT, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Pembongkaran Trotoar di Cilandak Diduga Libatkan Oknum PNS

Megapolitan
197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Baru Kembali dari Lima Negara Ini

Megapolitan
Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Disdik DKI Sebut Ada Sekolah di Jakarta yang Tolak Dites Pelacakan Covid-19

Megapolitan
46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

46 RT dan 5 Ruas Jalan Tergenang Banjir di Jakarta Barat Hingga Selasa Sore

Megapolitan
Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Yusuf Mansur Bicara Nilai Sedekah saat Tawarkan Investasi Tabung Tanah

Megapolitan
Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Yusuf Mansur Disebut Tawarkan Investasi Tabung Tanah saat Pengajian

Megapolitan
Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Kriminolog Sebut Penagihan oleh Rentenir Cenderung Timbulkan Kekerasan, Bagaimana Mengatasinya?

Megapolitan
Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Artis FTV Jadi Korban Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam di Bogor

Megapolitan
Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Pemkot Jaktim Akan Menata Trotoar di Depan RS UKI Setelah PKL Direlokasi

Megapolitan
Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Diperiksa Terkait Laporan Luhut, Haris Azhar dan Fatia Dimintai Keterangan Soal Akun Youtube

Megapolitan
Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Akibat Hujan Deras Hari Ini, Ada 8 Titik Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Gugat Yusuf Mansur, 3 Pekerja Migran Tak Pernah Terima Bagi Hasil Program Tabung Tanah yang Dijanjikan

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.