Pencurian CPU "Backhoe" Dinas Tata Air DKI Ganggu Proyek Waduk Cimanggis

Kompas.com - 26/10/2016, 12:42 WIB
Sebuah mesin backhoe terus melakukan pengerukan waduk pluit untuk mengembaalikan fungsinya seperti semula, Kamis (23/5/2013). KOMPAS.com/ZICO NURSAIDSebuah mesin backhoe terus melakukan pengerukan waduk pluit untuk mengembaalikan fungsinya seperti semula, Kamis (23/5/2013).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus pencurian central processing unit (CPU) pada sebuah alat berat jenis backhoe di Waduk Cimanggis, Jakarta Timur berpotensi mengganggu proyek waduk.

"Ya iya, otomatis (mengganggu pengerjaan)," kata Pengawas Proyek Waduk Cimanggis Marudin, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/10/2016).

Sebab, menurut Marudin, alat berat yang dikirim ke Waduk Cimanggis, Jakarta Timur tujuannya untuk pengerjaan proyek pembuatan waduk baru tersebut. Meskipu, saat ini belum ada perintah memulai pengerukan untuk waduk.

Menurut Marudin, Dinas Tata Air DKI Jakarta mengirim dua alat berat kurang lebih sepekan lalu. Namun, baru saja proyek akan dikerjakan, terjadi kasus pencurian CPU di salah satu alat beratnya.

"Baru satu minggu alat berat itu di sana, kita belum action, belum ada kegiatan, baru naruh alat lalu terjadi pencurian. Tujuan (dikirim alat berat itu) untuk pembuatan waduk," ujar Marudin.

"Itu baru awal kita kirim dua. Nantikan bisa ditambah-tambah lagi, karena untuk pembuatan waduk itu kan enggak sedikit (butuh banyak alat berat)," ujar Marudin.

Marudin belum tahu kapan alat berat itu bisa diperbaiki. Jika sudah ada suku cadangnya, perbaikan pun mungkin membutuhkan waktu dua hingga tiga hari. Yang menangani masalah perbaikan, lanjut dia, yakni Unit Pelaksana Peralatan dan Perbekalan (Alkal).

Perbaikan dinilai cukup rumit karena yang dicuri yakni CPU atau otak alat berat tersebut.

"Karena itu pemasangannya agak rumit, itu CPU kan, otak yang bekerja untuk mengatur semua kebutuhan alat berat tersebut," ujar Marudin.

Untuk memulai perbaikan, tambah Marudin, butuh surat laporan kehilangan dari polisi. Sementara, menurut Marudin, polisi membutuhkan kelengkapan surat untuk laporan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Siswa SMA Racik Ganja Sintetis, Polisi: Diedarkan ke Para Remaja

Megapolitan
Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Guru di Depok Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19: Biar Bisa Tatap Muka dengan Murid

Megapolitan
Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Megapolitan
Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Megapolitan
15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X