Kompas.com - 01/11/2016, 14:15 WIB
Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada DKI Jakarta 2017 se-Jakarta Pusat di Alila Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2016). Kahfi Dirga CahyaPenetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada DKI Jakarta 2017 se-Jakarta Pusat di Alila Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Pusat menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada DKI Jakarta 2017 se-Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2016). Penetapan itu berdasarkan rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran berupa pencocokan dan penelitian dari tanggal 8 September hingga 7 Oktober 2016.

"KPU Jakarta Pusat menetapkan TPS sementara sebanyak 1.237 dengan jumlah DPS 757.898 pemilih," kata Ketua KPU Jakarta Pusat Arif Bawono di Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Jumlah itu terdiri dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat.

Jumlah DPS terbanyak berada di Kecamatan Kemayoran sebanyak 165.105 pemilih dengan 270 TPS. Setelah itu DPS Kecamatan Tanah Abang sebanyak 115.419 pemilih di 196 TPS, DPS Kecamatan Johar Baru sebanyak 93.515 pemilih dengan 146 TPS dan DPS Kecamatan Sawah Besar sebanyak 91.335 pemilih di 148 TPS.

Selain itu, DPS Kecamatan Senen sebanyak 90.619 pemilih di 146 TPS, DPS Kecamatan Gambir sebanyak 68.864 pemilih di 117 TPS, DPS Kecamatan Cempaka Putih sebanyak 67.707 pemilih di 109 TPS dan DPS Kecamatan Menteng sebanyak 65.784 pemilih di 104 TPS.

Arif mengatakan, data pemilih menjadi sorotan penting baik penyelenggara pemilu atau pun tim pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Oleh karena itu, proses coklit dan rekapitulasi itu dilakukan secara maksimal.

DPS ini juga langsung diserahkan ke KPU Provinsi DKI Jakarta Pusat dan masing-masing tim pemenangan pasangan cagub-cawagub.

Arif menyebut, DPS masih bisa berubah dan akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada DKI Jakarta pada 6 Desember 2016.

"Teman-teman tim pemenangan bisa mengkritisi data mana saja yang salah dan mohon ditunjukkan dengan bukti saat pertemuan dengan stakeholder," katanya.

Kompas TV Penggusuran Jadi Kendala Dalam Pilkada
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 17 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Tangsel, 125 Pasien Dirawat

Update 17 Mei: Tambah 11 Kasus Covid-19 di Tangsel, 125 Pasien Dirawat

Megapolitan
Update 17 Mei: Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 8

Update 17 Mei: Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 8

Megapolitan
Update 17 Mei: Tambah 8 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 59 Pasien Dirawat

Update 17 Mei: Tambah 8 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 59 Pasien Dirawat

Megapolitan
Jumlah Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Saat Warga Boleh Lepas Masker di Area Terbuka

Jumlah Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Saat Warga Boleh Lepas Masker di Area Terbuka

Megapolitan
Cara Aktivasi Akun PPDB Jakarta

Cara Aktivasi Akun PPDB Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Rencanakan Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai Sepanjang 300 Meter pada 2023

Pemprov DKI Rencanakan Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Sungai Sepanjang 300 Meter pada 2023

Megapolitan
Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila, Kolonel Priyanto Dianggap Tak Punya Jiwa Sapta Marga

Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila, Kolonel Priyanto Dianggap Tak Punya Jiwa Sapta Marga

Megapolitan
Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2022 Gelombang I, Simak Perubahannya

Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2022 Gelombang I, Simak Perubahannya

Megapolitan
Sudin Kesehatan Sebut Tiga Warga Jakarta Pusat Negatif Hepatitis Akut

Sudin Kesehatan Sebut Tiga Warga Jakarta Pusat Negatif Hepatitis Akut

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Waktu Operasional MRT Diperpanjang hingga Pukul 23.00

Mulai Hari Ini, Waktu Operasional MRT Diperpanjang hingga Pukul 23.00

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Diprotes karena Gunakan Istilah Genangan Saat Banjir | Kapolda Metro Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Diprotes karena Gunakan Istilah Genangan Saat Banjir | Kapolda Metro Berpeluang Jadi Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang pada Rabu Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan Petir Disertai Angin Kencang pada Rabu Sore

Megapolitan
10 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Jakarta

10 Rekomendasi Tempat Wisata Alam di Jakarta

Megapolitan
Sebut Warga Lebih Senang Menonton, Wagub DKI: Perlu Ada Kampanye Membaca sejak Kecil

Sebut Warga Lebih Senang Menonton, Wagub DKI: Perlu Ada Kampanye Membaca sejak Kecil

Megapolitan
DPRD Depok Ajukan Interpelasi soal KDS, Wakil Wali Kota: Kami Siap Beri Keterangan

DPRD Depok Ajukan Interpelasi soal KDS, Wakil Wali Kota: Kami Siap Beri Keterangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.