Kompas.com - 15/12/2016, 14:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (pakai batik biru)
saat menyaksikan penandatanganan kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan 26
perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima pemegang Kartu Jakarta Pintar
(KJP), di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/9/2016). Kurnia Sari Aziza
Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (pakai batik biru) saat menyaksikan penandatanganan kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan 26 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/9/2016). Kurnia Sari Aziza
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, Kartu Jakarta Pintar juga sudah diberikan untuk warga Jakarta yang berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Mereka akan mendapatkan uang Rp 18 juta.

"Anak-anak yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan pemegang KJP, kami langsung isi tabungannya Rp 18 juta," ujar Basuki atau Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Kamis (15/12/2016).

Jumlahnya lebih besar dari dana KJP untuk tingkatan sekolah lain. Dana KJP untuk mahasiswa juga berbeda dari segi penarikan.

Ahok mengatakan, mereka boleh melakukan tarik tunai terhadap uang tersebut.

"Karena kami anggap dia sudah bertanggung jawab, kami lalu akan memonitor uangnya dipakai buat apa. Kelihatan kok perilaku anak itu," ujar Ahok.

Jika uang Rp 18 juta tersebut ditarik semua, pasti mahasiswa tersebut melakukan penyalahgunaan. Dia mengatakan, program KJP untuk mahasiswa juga akan terus dievaluasi.

Dia berencana untuk menaikkan jumlah uang KJP bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi di Jakarta sebesar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta setahun. Hal ini dilakukan karena biaya pendidikan di Jakarta lebih mahal.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Tangsel Boleh Gelar Takbiran pada Malam Lebaran, asalkan...

Warga Tangsel Boleh Gelar Takbiran pada Malam Lebaran, asalkan...

Megapolitan
11 Debt Collector yang Mau Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa Telah Ditangkap dan Ditahan

11 Debt Collector yang Mau Rampas Mobil yang Dikemudikan Babinsa Telah Ditangkap dan Ditahan

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Depok Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bogor Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Kota Bekasi Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Jakarta Hari Ini, 10 Mei 2021

Megapolitan
Cegah Takbiran Keliling, Polisi Siapkan 17 Check Point

Cegah Takbiran Keliling, Polisi Siapkan 17 Check Point

Megapolitan
Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

Usia Tak Lagi Faktor Utama, Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta 2021 Utamakan Calon Siswa di Satu RT/RW

Megapolitan
Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

Jadi Ahli di Sidang Rizieq, Refly Harun Sebut Pelanggar yang Sudah Jalani Sanksi Tak Perlu Dipidana

Megapolitan
Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Ribuan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan di Kedungwaringin, Jumlah Pos Penyekatan Pun Akan Ditambah

Megapolitan
Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Anies Marah Instruksinya Tak Dijalankan, 239 PNS DKI Apel Siang Bolong

Megapolitan
Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Ribuan Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin, Polisi: Masyarakat Belum Sadar Pentingnya Larangan Mudik

Megapolitan
Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar Dekat Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Beragam Aksi Debt Collector yang Tak Jera Rampas Kendaraan Debitur, Ada Aturan Penarikan Objek Kredit Macet

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X