Kompas.com - 21/12/2016, 10:21 WIB
Suasana saat calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah bersama pendukungnya yang hadir di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/21/2016). Alsadad RudiSuasana saat calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah bersama pendukungnya yang hadir di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/21/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengatakan, saat ini banyak pihak yang menginginkan agar dia dipenjara. Ahok mengaku heran dengan keinginan orang-orang itu, padahal selama ini dia menilai sudah menciptakan sebuah pemerintahan yang bersih.

Dia menyatakan, kalaupun nantinya dia dipenjara, tetapi ide-idenya tentang sebuah pemerintahan yang bersih akan terus ada.

"Semua bisa penjarakan Ahok, tapi enggak bisa penjarakan ide-ide saya. Semua saya tulis. Kalian enggak bisa rem saya," kata Ahok di depan pendukungnya yang hadir di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Ahok mengaku mempunyai keinginan untuk ikut menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi. Salah satunya dengan gencar mengampanyekan pembuktian harta terbalik pejabat negara.

"Pejabat harus menjelaskan asal-usul hartanya karena kita ini kebanyakan yang munafik," ujar Ahok.

Pada kesempatan itu, Ahok meminta pendukungnya untuk tidak hanya menggunakan hak pilihnya pada 15 Februari 2017, tetapi juga mengawal proses penghitungan suara.

"Datangi TPS sesuai KTP. Kalau bisa foto dan video pendek sampai selesai sehingga kalau ada curang, ada bukti. Terima kasih," kata Ahok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tahanan, Pinangki Harus Patuhi Aturan dan Wajib Bersih-bersih Lapas Klas II A Tangerang

Jadi Tahanan, Pinangki Harus Patuhi Aturan dan Wajib Bersih-bersih Lapas Klas II A Tangerang

Megapolitan
Anies Ubah RPJMD, Target Rumah DP Rp 0 Berkurang tapi Program Lain Bermunculan

Anies Ubah RPJMD, Target Rumah DP Rp 0 Berkurang tapi Program Lain Bermunculan

Megapolitan
Kebakaran di Karet Tengsin Hanguskan 7 Rumah, 80 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran di Karet Tengsin Hanguskan 7 Rumah, 80 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Megapolitan
Buka Gudang PT ASA, Polisi: Masih Ada Obat Terkait Covid-19 yang Harus Didistribusikan

Buka Gudang PT ASA, Polisi: Masih Ada Obat Terkait Covid-19 yang Harus Didistribusikan

Megapolitan
Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar

Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar

Megapolitan
Mantan Gubernur DKI Soerjadi Tutup Usia, Anies: Dedikasi Beliau Selalu Terpatri

Mantan Gubernur DKI Soerjadi Tutup Usia, Anies: Dedikasi Beliau Selalu Terpatri

Megapolitan
Juru Parkir di Cikini Terancam Dipecat jika Terbukti Lakukan Pungli

Juru Parkir di Cikini Terancam Dipecat jika Terbukti Lakukan Pungli

Megapolitan
Ikut Vaksinasi Covid-19 di Koja, Warga Dapat Doorprize Tabung Gas hingga Sepeda Lipat

Ikut Vaksinasi Covid-19 di Koja, Warga Dapat Doorprize Tabung Gas hingga Sepeda Lipat

Megapolitan
PPKM Tangsel Diperpanjang hingga 9 Agustus, Status Tetap Level 4

PPKM Tangsel Diperpanjang hingga 9 Agustus, Status Tetap Level 4

Megapolitan
Beredar Pesan Kelurahan Benda Baru Pamulang Tak Layani Warga Belum Divaksin, Lurah: Sebatas Imbauan

Beredar Pesan Kelurahan Benda Baru Pamulang Tak Layani Warga Belum Divaksin, Lurah: Sebatas Imbauan

Megapolitan
Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Mulai Vaksinasi Ibu Hamil

Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Mulai Vaksinasi Ibu Hamil

Megapolitan
NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi Tidak Bisa Ikut Vaksinasi Covid -19

NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi Tidak Bisa Ikut Vaksinasi Covid -19

Megapolitan
Stasiun Pegangsaan Dua Terbakar, PT LRT Jakarta: Seluruh Petugas dan Karyawan Selamat

Stasiun Pegangsaan Dua Terbakar, PT LRT Jakarta: Seluruh Petugas dan Karyawan Selamat

Megapolitan
Mengenang Soerjadi Soedirja, Gubernur Rumah Susun yang Melarang Operasional Becak di Jakarta

Mengenang Soerjadi Soedirja, Gubernur Rumah Susun yang Melarang Operasional Becak di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Merdeka di STIKS Tarakanita Duren Sawit, Target 1.000 Orang Per Hari

Vaksinasi Merdeka di STIKS Tarakanita Duren Sawit, Target 1.000 Orang Per Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X