Kompas.com - 16/01/2017, 10:59 WIB
Personel kepolisian tengah berjaga di depan pintu masuk Mabes Polri, Trunojuyo, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017). Akhdi Martin PratamaPersonel kepolisian tengah berjaga di depan pintu masuk Mabes Polri, Trunojuyo, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyiapkan pola pengamanan dalam mengawal aksi unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI)  di depan Mabes Polri di Jalan Tronojoyo, Jarta Selatan, pada Senin (16/1/2017) ini.

"Total ada empat ring (pengamanan) yang kami siapkan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan, di sekitar Mabes Polri, Senin pagi.

Iwan menjelaskan ring satu yakni gedung Baharkam Mabes Polri. Ring dua di luar gedung Baharkam Mabes Polri. Ring tiga di sekitar Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Dan ring empat berada di radius sekitar 1 kilometer dari Mabes Polri.

"Lokasi orasi dipusatkan di depan gedung Baharkam, gedung-gedung Mabes yang lain juga kami amankan, objek-objek vital di sekitar Mabes Polri juga kami amankan," kata dia.

Untuk rekayasa lalu lintas, Iwan mengatakan bersifat situasional. Polisi akan melihat sesuai situasi yang berkembang di lapangan.

"Untuk sementara, satu lajur saja yang kami tutup, yang lain normal. Kami upayakan alih arus dan penutupan semaksimal mungkin tidak kami lakukan," kata Iwan.

Sebanyak 2.800 personel gabungan dari unsur Polri dan TNI akan diterjunkan untuk mengawal aksi FPI itu. Kendaraan taktis seperti watercanon dan baraccuda juga disiagakan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Ketika Rizieq Shihab Marah dan Menunjuk-nunjuk Jaksa di Sidang Kasus Petamburan

Megapolitan
Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Megapolitan
Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Megapolitan
Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jakarta Jadi Tersangka

Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jakarta Jadi Tersangka

Megapolitan
Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Megapolitan
Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X