Kompas.com - 19/01/2017, 09:30 WIB
Petugas PPSU yang masih bekerja ketika di hari pertama Lebaran Rabu (6/7/2016). KOMPAS.COM/DAVID OLIVER PURBAPetugas PPSU yang masih bekerja ketika di hari pertama Lebaran Rabu (6/7/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ternyata, pasukan oranye Jatinegara baru saja menerima seragam anyar mereka pada Desember 2016. Itu merupakan satu bulan sebelum mereka akhirnya diberhentikan.

Salah seorang pasukan oranye Jatinegara, Soeadji, mengatakan, mereka begitu senang ketika mendapatkan seragam baru serba oranye itu.

"Kalau tahu seperti ini, saya lebih suka enggak usah dikasih baju. Artinya kan percuma dikasih baju," ujar Soeadji kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2017).

Kaos oranye, rompi, topi, hingga sepatu boot diberikan kepada mereka. Soeadji mengatakan, seragam itu mereka gunakan untuk pekerjaan sehari-hari.

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menerima aduan pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur atau pasukan oranye, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/1/2017).
"Pas dikasih baju ya pengertian kita enggak macam-macam, mungkin memang sudah waktunya ganti," ujar Soeadji.

Namun, seragam khas itu pun kini malah tidak bisa dipakai lagi. Sejak 4 Januari 2017, mereka tidak lagi bekerja sebagai pasukan oranye.

Seragam itu tidak lagi digunakan untuk merawat got atau jalanan Ibu Kota. Sebagai gantinya, baju tersebut mereka gunakan untuk memperjuangkan nasib. Mereka mengenakam seragam itu ketika mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dan mengadu kepada Plt Gubernur DKI Sumarsono.

Sebuah perjuangan yang mereka harap bisa membuahkan hasil. Hasil yang mereka harapkan begitu sederhana, yaitu kembali dipekerjakan sebagai PHL atau pasukan oranye.

Jessi Carina Pasukan oranye Jatinegara datang ke Balai Kota DKI untuk mengadukan pemecatan mereka kepada Plt Gubernur Sumarsono, Rabu (18/1/2017).
Soeadji mengatakan, dia tidak peduli jika Dinas Lingkungan Hidup DKI tidak lagi menempatkan dia di Jatinegara. Selama masih diterima bekerja, dimanapun dia siap.

"Enggak apa-apa deh di Kepulauan Seribu, yang penting kerja," ujar Soeadji.

Sikap pasrah Soeadji bisa dimaklumi. Sebagai kepala keluarga, dia masih harus membiayai istri dan anak-anaknya.

Soeadji sedih dan merasa menjadi sampah masyarakat. Sebab, dia tidak memiliki pekerjaan lagi.

"Saya mendingan jadi tukang sampah daripada sampah masyarakat. Sekarang sudah enggak kerja, ya begini, jadi sampah masyarakat," ujar Soeadji.

Kompas TV Pasukan Oranye Bersih-Bersih Usai Doa Bersama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Dari 517 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Wisma Atlet, Tak Ada Kasus Kematian

Megapolitan
Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Dua Warga di Tanjung Duren Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Megapolitan
Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Sempat Mengelak, Pelaku Akhirnya Mengaku Cabuli Bocah Setelah Hasil Visum Keluar

Megapolitan
Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Warga Rangkapan Jaya Depok Temukan Jenazah Lansia di Kebun Belimbing

Megapolitan
Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Anggota Satlantas Jaktim Dilarikan ke RS Polri akibat Ditabrak Pemotor di Simpang PGC

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Komplotan Pencuri Beraksi di Komplek Deplu, Gasak 5 Spion Mobil Milik Warga

Megapolitan
Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Tiga Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Puluhan Kilogram Gulungan Kulit Kabel Ditemukan di Saluran Air Jalan Bungur Raya

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Ditemukan oleh Adiknya yang Tidur di Dekatnya

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Lebih dari 1.000 Kepala Keluarga di Kecamatan Benda Jadi Korban Banjir

Megapolitan
Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Dagangan Senilai Rp 30 Juta Terendam Banjir di Tegal Alur, Pedagang: Seperempatnya Tidak Selamat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Pemkot Bekasi Pastikan Stok Vaksin Cukup untuk Booster Selama Januari

Megapolitan
Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

Bruder Angelo Divonis 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban: Sangat Adil

Megapolitan
Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

Kuli Bangunan yang Cabuli Bocah di Pamulang Iming-imingi Korban dengan Cokelat

Megapolitan
Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Korsleting di Tiang Listrik, Api Menyambar Sebuah Gerobak di Tanah Abang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.