Kompas.com - 31/01/2017, 19:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017). Sidang kedelapan tersebut masih mengagendakan mendengarkan keterangan lima saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum POOL / SINDO / ISRA TRIANSYAHGubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017). Sidang kedelapan tersebut masih mengagendakan mendengarkan keterangan lima saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Ibnu Baskoro, saksi pelapor dalam kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama itu di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa (30/1/2017).

Ibnu menceritakan awal mula dia melaporkan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus itu.

"Pertama, saya dengar di Masjid Darusallam di Kota Wisata (Cibubur) dekat rumah saya. Kemudian, saya konfirmasi dengan lihat sendiri melalui situs YouTube di Pemprov DKI dan memang saya lihat terdakwa lakukan itu," kata Ibnu dalam persidangan.

Ia sebelumnya tiga kali mangkir saat dipanggil sebagai saksi. Pengacara Ahok pun telah menyerukan agar hakim memanggilnya secara paksa.

Dalam persidangan, Ibnu mengatakan bahwa ia menonton video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dari akun YouTube Pemprov DKI. Namun, dia tidak menonton video tersebut hingga selesai.

"Durasinya 1 jam 48 menit. Saya melihatnya sekitar 35 menit," ujar Ibnu.

Dalam video itu, Ibnu menilai Ahok telah menodai agama Islam. Ibnu mengacu kepada ucapan Ahok yang mengatakan "Dibodohi pakai Al-Maidah 51".

Setelah menonton, Ibnu berdiskusi dengan teman-temannya di masjid. Dia dan teman-temannya sepakat untuk melaporkan Ahok ke polisi. Ibnu mengatakan, dia dan dua temannya diberi kuasa oleh 108 orang untuk melaporkan hal itu.

Ibnu dan dua temannya memilih untuk melaporkan Ahok ke Bareskrim. Hakim bertanya alasannya melapor ke Bareskrim, padahal jarak Kota Wisata Cibubur cukup jauh dari Bareskrim.

"Saya lupa disarankan siapa. Tetapi, kalau enggak salah, ada saran untuk laporkan ke Bareskrim. Kami bertiga yang diberi kuasa sepakat lapor ke Bareskrim," kata Ibnu.

Ibnu diberi kuasa untuk melaporkan Ahok pada 10 Oktober 2016. Ia kemudian melapor ke Bareskrim pada 12 Oktober 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedapatan Bawa 17 Kilogram Ganja, Seorang Kurir Narkoba Ditangkap Polres Depok

Kedapatan Bawa 17 Kilogram Ganja, Seorang Kurir Narkoba Ditangkap Polres Depok

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Prapanca Jaksel, Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil, 3 Pemotor Luka-luka

Kecelakaan Beruntun di Prapanca Jaksel, Mercy Tabrak 4 Motor dan 2 Mobil, 3 Pemotor Luka-luka

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangsel Masih Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangsel Masih Tetap Jalankan PTM 100 Persen

Megapolitan
PM Singapura Berkunjung ke Indonesia, Menhan Prabowo: Kita Perlu Persahabatan yang Baik dengan Tetangga

PM Singapura Berkunjung ke Indonesia, Menhan Prabowo: Kita Perlu Persahabatan yang Baik dengan Tetangga

Megapolitan
Gandeng 26 Komunitas Balap Motor, Polres Metro Bekasi Siap Gelar Street Race Februari

Gandeng 26 Komunitas Balap Motor, Polres Metro Bekasi Siap Gelar Street Race Februari

Megapolitan
Wagub Ariza: BOR di DKI Jakarta Naik 33 Persen, ICU 13 Persen

Wagub Ariza: BOR di DKI Jakarta Naik 33 Persen, ICU 13 Persen

Megapolitan
Saksi Sebut Anggota FPI Ikut Baiat ISIS Hanya karena Lihat Atribut, Kubu Munarman Keberatan

Saksi Sebut Anggota FPI Ikut Baiat ISIS Hanya karena Lihat Atribut, Kubu Munarman Keberatan

Megapolitan
Begal Makin Meresahkan di Kota Bekasi, Polisi: Hindari Tempat Gelap

Begal Makin Meresahkan di Kota Bekasi, Polisi: Hindari Tempat Gelap

Megapolitan
Diduga Tersasar karena Peta Digital, Kakek Kayuh Sepeda Masuk Tol Sedyatmo

Diduga Tersasar karena Peta Digital, Kakek Kayuh Sepeda Masuk Tol Sedyatmo

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal asal Didampingi Orangtua

PPKM Level 2 Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal asal Didampingi Orangtua

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Batuk Flu, tapi...

Wagub DKI Sebut Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Batuk Flu, tapi...

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun Terjadi di Flyover Jatibaru Tanah Abang

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Flyover Jatibaru Tanah Abang

Megapolitan
Disebut sebagai Macan yang Mengeong, Ini Tanggapan Prabowo

Disebut sebagai Macan yang Mengeong, Ini Tanggapan Prabowo

Megapolitan
Menhan Prabowo Ingatkan Kemerdekaan RI Bukan Hadiah

Menhan Prabowo Ingatkan Kemerdekaan RI Bukan Hadiah

Megapolitan
Saksi Ungkap Isi Ceramah Munarman yang Bangkitkan Keinginan Peserta Bergabung dengan ISIS

Saksi Ungkap Isi Ceramah Munarman yang Bangkitkan Keinginan Peserta Bergabung dengan ISIS

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.