Pengacara Ahok Ogah Bertanya kepada Ahli yang Dihadirkan Jaksa

Kompas.com - 07/02/2017, 16:20 WIB
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama tiba di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017). Sidang mengadili Basuki digelar ke sembilan kalinya pada hari ini oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak melontarkan pertanyaan apa pun kepada anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid, yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi ahli dalam sidang kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (7/2/2017). Dalam kasus itu, Ahok menjadi terdakwa.

Tim pengacara Ahok beralasan, beberapa isi berita acara pemeriksaan (BAP) Hamdan sama dengan BAP saksi fakta Ketua MUI Ma'ruf Amin yang dihadirkan dalam persidangan pekan lalu. Pihak Ahok berpendapat, Hamdan tidak independen sebagai saksi ahli.

Tim pengacara Ahok memberi contoh soal BAP nomor 9 milik Ma'ruf Amin. Di situ disebut bahwa menyebut Al-Maidah sebagai alat berbohong merupakan penghinaan terhadap ulama.

"Jawabannya MUI sebut penghinaan ulama dan agama Islam. Jawaban yang sama ada juga di BAP Hamdan Rasyid dalam nomor yang sama juga," kata salah seorang pengacara Ahok, Humphrey Djemat, di lokasi persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian di Jalan RM Harsono, Ragunanan, Jakarta Selatan, Selasa.

Humphrey mengatakan, tim kuasa hukum tidak bisa menerima kemiripan BAP tersebut. Mereka pun tidak menerima Hamdan Rasyid sebagai saksi ahli.

"Maka, kami sulit menerima Hamdan Rasyid sebagai saksi ahli dalam sidang. Oleh karena itu, kami tidak akan menanyakan pertanyaan apa pun juga kepada Hamdan Rasyid," ujar Humphrey.

(Baca: Pengacara Tak Akui Ahli dari JPU, Sidang Ahok Dilanjutkan Pekan Depan)

Tim pengacara Ahok sudah memprotes kehadiran Hamdan sebagai saksi ahli sebelum persidangan dimulai. Kapasitas Hamdan sebagai anggota MUI membuat tim meragukan independensi Hamdan.

Namun, hakim tetap mengizinkan Hamdan untuk menjadi saksi ahli. "Apakah ahli itu akan majelis pakai dalam membuat putusan, tentunya majelis akan dengar lebih dulu," kata hakim.

(Lihat: Hakim Izinkan Anggota Komisi Fatwa MUI Jadi Saksi Ahli)



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorEgidius Patnistik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X