Sandiaga Sebut OK-OCE Tak Hanya Ciptakan Lapangan Kerja Baru, tetapi Juga...

Kompas.com - 07/02/2017, 18:33 WIB
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Posko Melawai, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Kahfi Dirga CahyaCawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno di Posko Melawai, Jakarta, Selasa (7/2/2017).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menanggapi soal peserta program One Kecamatan-One Entrepreneurship (OK-OCE) yang sudah lebih dulu merintis usaha.

Menurut Sandiaga, program OK-OCE bukan hanya menciptakan wirausaha baru, melainkan juga menciptakan lapangan kerja dengan mengembangkan usaha yang sudah ada. 

"Untuk para pelaku usaha yang sudah eksis, kami buka kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan penjualan mereka," kata Sandiaga di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (7/2/2017).

(Baca juga: Sandiaga: Jakarta Timur Akan Jadi Sasaran Utama )

Sandiaga mencontohkan pelaku usaha yang sebelum ikut program OK-OCE hanya memiliki tiga karyawan dengan omzet Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan.

Setelah mengikuti program OK-OCE, kata dia, pelaku usaha bisa berkembang dengan menambah tenaga kerja lantaran omzet per bulan meningkat.

"Kalau (omzet) naik berbanding lurus dengan lapangan kerja yang diciptakan akan signifikan. Mungkin dari tiga karyawan bisa naik 5 karyawan," kata Sandiaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Sandiaga Incar Dukungan Pemilih Pemula dengan Program Wirausaha)

Ia mengaku optimistis peningkatan usaha itu bisa terwujud lantaran program OK-OCE memiliki sejumlah keunggulan.

Para pelaku usaha disebut akan menambah ilmu berbisnis, jejaring, dan akses pembiayaan.

"Karena tiba-tiba mereka berkenalan dengan 20.000 lebih pengusaha eksis yang bersedia jadi mentor mereka," kata dia.

Kompas TV Anies-Sandi Gelar Kampanye Akbar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.