Elektabilitas Anies Dinilai Meningkat karena Gaet Kalangan Anti-Ahok

Kompas.com - 11/02/2017, 15:53 WIB
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dalam debat ketiga yang diselenggarakan KPU DKI di Hotel Bidarakara, Jakarta, Jumat (10/2/2017). Debat yang terdiri dari enam segmen ini memiliki subtema pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk disabilitas. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dalam debat ketiga yang diselenggarakan KPU DKI di Hotel Bidarakara, Jakarta, Jumat (10/2/2017). Debat yang terdiri dari enam segmen ini memiliki subtema pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, anti-narkotika, dan kebijakan untuk disabilitas.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil survei terbaru yang dirilis Charta Politika menyebutkan elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, kini mencapai 31,9 persen.

Angka tersebut meningkat dibanding survei sebelumnya.

Tidak hanya Charta, elektabilitas Anies-Sandi juga disebut meningkat dalam beberapa survei lainnya.

(baca: Charta Politika: Ahok 39 %, Anies 31,9 %, Agus 21,3 %)

Ia kini berada di posisi kedua, di bawah pasangan cagub-cawagub nomor dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyebut, ada sejumlah momentum dalam 1,5 bulan terakhir yang dinilainya jadi penyebab meningkatnya elektabilitas Anies-Sandi.

Momentum itu adalah saat Anies mulai datang dalam acara-acara yang diadakan kelompok Islam yang berseberangan dengan Ahok, salah satunya kedatangannya ke markas Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya membaca momentum-momentum apa yang terjadi dalam rentang waktu kenaikan Anies. Berdasarkan analisis tersebut, suara Anies menguat setelah dia mulai masuk ke pangsa pasar Islam, seperti ketika Anies datang ke Petamburan," kata Yunarto di Kantor Charta Politika di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2/2017).

(baca: Survei Litbang "Kompas": Elektabilitas Agus Menurun, Ahok dan Anies Meningkat)

Selain kedatangan ke markas FPI, Yunarto menyebut Anies juga mulai sering menunjukkan gimmick yang dinilainya jadi simbol keinginan Anies untuk menarik pangsa pasar pemilih Islam anti-Ahok.

Seperti saat dia menjadi satu-satunya cagub yang menghadiri acara diskusi bertema tentang gubernur Muslim di Masjid Al Azhar.

Tidak hanya itu, saat menghadiri acara Mata Najwa, Yunarto menyebut Anies juga menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang berpegang teguh pada surat Al-Maidah ayat 51.

(baca: Survei Litbang "Kompas": Dukungan terhadap Anies-Sandi Meningkat 9 %)

"Dalam debat, dia mengeluarkan statement yang tegas tentang Alexis. Kemudian Sandi tentang hiburan malam bersyariah. Itu merupakan simbolisasi yang kuat terhadap pemilih Islam," ujar Yunarto.

Menurut Yunarto, apa yang kini dilakukan Anies tidak dilakukannya saat masa-masa awal kampanye.

Kondisi itulah yang dinilai Yunarto membuat rendahnya elektabilitas Anies saat itu, yang berbanding terbalik dengan elektabilitas cagub nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono.

(baca: Survei SMRC: Elektabilitas Ahok-Djarot 39,1 %, Anies-Sandi 33,5 %, Agus-Sylvi 19,9 %)

Yunarto kemudian mencontohkan momentum unjuk rasa terhadap Ahok atas tuduhan penodaan agama yang berujung adanya aksi pada 4 November dan 2 Desember 2016.

Saat itu, Yunarto menyebut Anies cenderung menempatkan diri di tengah. Berbeda dengan kubu Agus yang secara tegas menempatkan diri berseberangan dengan Ahok.

Yunarto mencontohkan saat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan statement yang menyebutkan istilah "Lebaran Kuda".

"Saat itu Anies hanya jadi penonton. Bahkan, Pak Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra) menempatkan posisinya di tengah dan sempat bertemu dengan Pak Jokowi. Pada titik itulah suara Agus pada November meningkat tajam. Karena Agus saat itu positioning-nya tegas berseberangan dengan Ahok," ucap Yunarto.

Kompas TV Anies-Sandi Gelar Kampanye Akbar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.