Tim Anies-Sandi Bidik Kemenangan di Kantong Suara Lawan

Kompas.com - 15/02/2017, 00:46 WIB
Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat menggelar konferensi pers di terkait Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat (13/2/2017l. Konpers digelar sampai tingkat itangkapnya pembuat brosur berisi kampanye hitam terhadap Anies-Sandi di Jakarta Timur, dan berlanjut dengan ditemukannya 900.000 eksemplar brosur berisi hal yang sama di Jakarta Barat. Alsadad RudiTim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat menggelar konferensi pers di terkait Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat (13/2/2017l. Konpers digelar sampai tingkat itangkapnya pembuat brosur berisi kampanye hitam terhadap Anies-Sandi di Jakarta Timur, dan berlanjut dengan ditemukannya 900.000 eksemplar brosur berisi hal yang sama di Jakarta Barat.
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik, mengatakan bahwa pihaknya ingin mendapat suara signifikan di wilayah yang menjadi kantong suara pasangan cagub-cawagub pesaingnya.

"Kami harus sasar (kantong suara lawan). Kami jangan menang di kandang sendiri," kata Taufik, di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

Taufik menuturkan, kantong suara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Dia mengatakan bahwa tim pemenangan juga mengupayakan perolehan suara maksimal untuk Anies-Sandi di Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengaku sangat yakin Anies-Sandi mendapatkan suara signifikan karena adanya dukungan dari sejumlah tokoh muslim.

"Respons para ulama pada kami besar," ujar Taufik.

Pasangan Anies-Sandiaga diusung Partai Gerindra dan PKS.

(Baca: Anies Makin "Pede" Bakal Menang Berkat Dukungan Rhoma Irama)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Megapolitan
Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Megapolitan
Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Megapolitan
Viral Foto Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Viral Foto Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Megapolitan
RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

Megapolitan
Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Megapolitan
Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Megapolitan
27 Warga Warakas Terpapar Covid-19 Setelah Hadiri Pesta Pernikahan

27 Warga Warakas Terpapar Covid-19 Setelah Hadiri Pesta Pernikahan

Megapolitan
Tekan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Polri Sekat 10 Titik Jalan hingga Pembatasan Transportasi

Tekan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Polri Sekat 10 Titik Jalan hingga Pembatasan Transportasi

Megapolitan
Hindari Kerumunan, Posko PPDB di Disdik Dialihkan ke Posko Wilayah

Hindari Kerumunan, Posko PPDB di Disdik Dialihkan ke Posko Wilayah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X