Pengadaan Rusun Lambat, Ahok Ingin Beri Uang Pinjaman untuk Warga Bukit Duri

Kompas.com - 20/02/2017, 20:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau kawasan bukit Duri yang habis terkena banjir, Senin (20/2/2017). Jessi CarinaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau kawasan bukit Duri yang habis terkena banjir, Senin (20/2/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pembebasan lahan harus dilanjutkan di kawasan Bukti Duri agar normalisasi bisa terus berjalan.

Dengan demikian, Pemprov DKI harus menyiapkan rusun untuk warga yang terdampak normalisasi itu. Namun, pengadaan rusun saat ini berjalan lambat.

Basuki atau Ahok memiliki ide untuk memberikan uang pinjaman terlebih dahulu untuk warga agar pindah dan mencari kontrakan.

"Kami pikir apa kasih uang pinjam dulu, karena kalau menunggu rusun, ini (normalisasi) engga jalan-jalan ini," ujar Ahok.

Ahok mengatakan dia harus mencari dasar hukum pemberian uang pinjaman itu. Jika memang tidak ada, maka ide itu batal dilakukan. Mau tidak mau, warga harus menunggu rusun jadi terlebih dahulu. Normalisasi pun jadi tidak bisa dilakukan.

"Kalau enggak bisa (kasih uang pinjaman) ya harus tunggu rusun dulu," ujar Ahok.

Ahok mengatakan sebenarnya warga sudah tahu bahwa bangunan mereka harus dibongkar. Meski dijelaskan, tidak ada warga yang ingin direlokasi.

"Siapa sih yang suka pindah rumah? Saya saja enggak suka pindah rumah kok," ujar Ahok. (Baca: Mengapa Kampung Pulo dan Bukit Duri Masih Dilanda Banjir?)

Namun, hal itu tetap harus dilakukan demi keberhasilan normalisasi sungai. Selain itu, kata Ahok, risiko warga terjangkit penyakit TBC di Bukit Duri juga begitu tinggi. Hal ini karena permukiman di sana begitu lembab dan padat.

Ahok mengatakan mereka harus segera pindah agar penyakit TBC tidak terus menyebar.

"Laporan dari kepala puskesmas, tingkat TBC paling banyak ini," ujar Ahok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trotoar Kerap Diokupasi, Koalisi Pejalan Kaki: Kita Sama Saja Sodorkan Nyawa Penyandang Disabilitas

Trotoar Kerap Diokupasi, Koalisi Pejalan Kaki: Kita Sama Saja Sodorkan Nyawa Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki: Jalan Fatmawati-Blok M Itu Jalur Tengkorak

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Perubahan Jadwal Operasional MRT Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

[POPULER JABODETABEK] Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021 | Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Capai 3.578 Orang

Megapolitan
BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan Hari ini

Megapolitan
Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Waktu Keberangkatan MRT Jakarta Alami Penyesuaian Mulai 1 Maret

Megapolitan
Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Viral, Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

5.532 Meter Jalan Rusak di Kota Tangerang Diperbaiki, Wali Kota: Semoga Menambah Kenyamanan

Megapolitan
Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Cari Penjambret Kalung Emas 16 Gram di Pondok Cabe, Polisi: Motor Pelaku Tanpa Plat Nomor, Tak Ada Rekaman CCTV Lain

Megapolitan
Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Angka Positif Covid-19 di Kota Tangerang Turun, Wali Kota dan Dinkes Sama-sama Sebut karena PPKM Mikro

Megapolitan
Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Video Aksinya Viral, Penjambret Handphone 4 Remaja Sudah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Belajar dari Lokasi Penembakan di Cengkareng, Wagub DKI Ajak Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Jam Operasional

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X