Daya Tarik Program Kartu Jakarta Lansia bagi Kakek dan Nenek

Kompas.com - 22/03/2017, 08:01 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan salah seorang warga lansia dalam kunjungan kampanyenya ke permukiman warga di RW 06, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). Kompas.com/Alsadad RudiCalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan salah seorang warga lansia dalam kunjungan kampanyenya ke permukiman warga di RW 06, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur non-aktif Djarot Saiful Hidayat memiliki program baru untuk para lansia.

Program tersebut bernama Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang memiliki konsep mirip Kartu Jakarta Pintar. Sudah sejak kampanye putaran kedua ini program tersebut mulai disosialisasikan.

Saking seringnya disosialisasikan, banyak kakek dan nenek yang mulai mengenal dan menunjukkan ketertarikan terhadap program itu.

Hal itu terlihat dari setiap blusukan yang dilakukan Djarot. Hampir selalu ada lansia yang mendekati Djarot untuk bertanya mengenai program itu.


Ketika Djarot blusukan di Jalan Pasar Inpres, Grogol Petamburan, Selasa (21/3/2017), misalnya, warga secara spontan bertanya mengenai program tersebut.

"Pak masalah KJP buat lansia itu bagaimana cara mendapatkannya," tanya warga.

"Namanya KJL bukan KJP. KJL untuk lansia yang sudah tua-tua yang tinggal sendiri atau masih tinggal sama keluarga tetapi keluarganya juga tidak mampu," jawab Djarot.

Alhasil, Djarot pun selalu menjelaskan program ini kepada warga yang bertanya. Djarot mengatakan, kategori lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun.

(Baca juga: Siapa Saja Lansia yang Bisa Dapat "Kartu Jakarta Lansia")

Dia meminta anggota Dasawisma yang turun tangan untuk mendata lansia di lingkungan mereka.

"Bisa buat beli apa? Susu boleh, telur boleh, beras boleh. Beli pulsa boleh enggak? Enggak boleh. Beli bedak? Enggak boleh ya," ujar Djarot.

"Nenek-nenek sudah enggak pakai bedak Pak he-he-he," celetuk warga sambil tertawa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X