Kompas.com - 08/04/2017, 10:47 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat bersama ketua umum PPP versi muktamar Jakarta, Djan Faridz di kantor PWNU DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaCalon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat bersama ketua umum PPP versi muktamar Jakarta, Djan Faridz di kantor PWNU DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meyakini bahwa organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan memihak kepada salah satu pasangan calon pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Djarot, NU sebagai organisasi keagamaan dilarang mendukung pasangan calon tertentu.

Hal tersebut diungkapkan Djarot menanggapi relawan Pemenangan Anies-Sandi Nahdlatul Ulama (PASNU) DKI yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

(Baca: Warga NU Jakarta Barat Diminta Jaga Kemenangan Ahok-Djarot)

Deklarasi dukungan itu dilakukan di Gedung Serba Guna Cendrawasi, Jalan Cendrawasi Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (5/4/2017).

"Sebagai satu institusi NU itu tidak boleh dukung orang per orang dalam Pilkada. Tetapi, warga Nahdhliyinnya itu boleh, bebas," ujar Djarot di kantor PWNU DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (8/4/2017).

Hal tersebut pun diamini oleh ketua umum PPP versi muktamar Jakarta Djan Faridz. Djan yang mengaku pernah menjadi pengurus di PWNU ini menegaskan sebagai institusi, NU dilarang ikut berpolitik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Djarot: Tantangan Indonesia Adalah Menghadapi Radikalisme yang Mengatasnamakan Agama)

"Zaman Gus Dur sudah menyatakan kepada warga Nadhliyin bahwa NU tidak berpolitik lagi, tapi kita membebaskan warga NU untuk berpolitik sebagai pribadi, bukan sebagai organisasi," kata Djan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.