"Kalau Enggak Ada Bemo, Kasihan Anak Sekolah..."

Kompas.com - 10/06/2017, 08:58 WIB
Bemo yang masih beroperasi di jakarta. Cahyu Cantika AmirantiBemo yang masih beroperasi di jakarta.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pelanggan tak sepakat dengan dikeluarkannya larangan pengoperasian jasa angkutan becak motor ( bemo) di Jakarta.

"Kalau saya enggak setuju bemo dilarang. Soalnya apa coba alasannya, bemo kan rutenya pendek," ujar seorang pelanggan, Aisyah, saat ditemui Kompas.com, Jumat (9/6/2017).

(Baca juga: Tarif Murah dan "Body" Ramping Jadi Alasan Bemo Masih Diminati )

Ia bahkan mengaku tak mengerti alasan konkret mengenai penerbitan surat larangan beroperasi untuk kendaraan umum roda tiga tersebut.


"Saya masih enggak ngerti begitu lho alasan kenapa bemo itu dilarang. Kalau enggak ada bemo, penumpang juga bingung mau naik apa (menuju Benhil)," kata dia. 

Hal serupa disampaikan Atika, seorang pelanggan bemo yang bekerja di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Kalau enggak ada bemo itu kasihan anak sekolah (yang biasa berangkat sekolah menggunakan bemo)," kata dia.

(Baca juga: Meski Dilarang, Bemo Masih Beroperasi di Jakarta)

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebelumnya mengatakan, bemo sudah tidak boleh beroperasi di Jakarta.

Menurut Djarot, usia dan kondisi kendaraan membuat keamanan angkutan bemo diragukan. "Kalau bemonya bagus enggak apa-apa, tetapi aku lihat bemonya ya bukan barang antik lagi, kurang baguslah untuk keselamatan," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (9/6/2017).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X