Kompas.com - 11/06/2017, 15:31 WIB
Penulis Nursita Sari
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Eggi Sudjana, mengatakan, polisi seharusnya menghentikan penyidikan kasus "chat" WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan kliennya dan Firza Husein.

Sebab, polisi menyebut pemilik situs baladacintarizieq yang menyebarkan percakapan tersebut tidak diketahui atau anonymous.

"Dengan kondisi ini harusnya batal demi hukum tersangkanya habib (Rizieq) karena sumber dari berita yang dijadikan masalah tidak bersubyek hukum, tidak punya identitas," ujar Eggi saat dihubungi, Minggu (11/6/2017).

Eggi menuturkan, tidak adanya identitas penyebar chat tersebut menunjukkan adanya kemungkinan kasus itu palsu. Oleh karena itu, polisi seharusnya menghentikan kasus tersebut.

"Itu menunjukkan chatting-an habib dan Firza (Husein) palsu karena dibuat oleh si anonymous. Jadi dengan dua dasar itu harusnya polisi mengeluarkan SP3, surat penghentian penyidikan, karena tidak berdasar," kata dia.

Baca: Panitia Penjemputan Akan Kawal Rizieq seperti Menyambut Raja Salman

Menurut Eggi, polisi mengetahui sumber anonymous tersebut dari laporan masyarakat. Jika benar, seharusnya identitas penyebar chat tersebut diketahui dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, Eggi menyebut Rizieq juga diperlakukan secara diskriminatif.

"Kepada habib tidak ada gelar perkara dan mau ditahan. Nah ini kan diskriminatif secara hukum," ucap Eggi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan sebelumnya mengatakan, pihaknya masih mencari siapa pemilik situs baladacintarizieq yang menyebarkan percakapan diduga Rizieq dan Firza. Menurut Iriawan, berdasarkan informasi dari penyidik yang diperolehnya, alamat internet protokol yang digunakan pelaku berada di Amerika.

"(Server) itu dari luar, dari Amerika, anonymous. Kami sedang lakukan penyelidikan," ujar Iriawan, Kamis (8/6/2017).

Baca: Kapolda: Alamat IP Penyebar "Chat" Rizieq-Firza Terdeteksi di Amerika

Atas dasar itu, kata Iriawan, penyidik sedikit kesulitan untuk mencari tahu penyebar konten pornografi tersebut. Dia akan berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menyelidikinya.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka. Kedua orang tersebut dikenakan pasal pornografi. Adapun Rizieq saat ini berada di Arab Saudi.

Kompas TV Polisi memastikan surat yang beredar adalah hoax.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Dicapreskan Nasdem dan Bertemu AHY, Anies Akan Komunikasi Dengan PKS

Usai Dicapreskan Nasdem dan Bertemu AHY, Anies Akan Komunikasi Dengan PKS

Megapolitan
Menko PMK Usul Gunakan Lahan Pemprov DKI untuk Perluas Bangunan MTsN 19

Menko PMK Usul Gunakan Lahan Pemprov DKI untuk Perluas Bangunan MTsN 19

Megapolitan
Ini Dugaan Penyebab Robohnya Tembok Pembatas antara Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu

Ini Dugaan Penyebab Robohnya Tembok Pembatas antara Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu

Megapolitan
BERITA FOTO: Keharuan Warnai Pemakaman Dendis, Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

BERITA FOTO: Keharuan Warnai Pemakaman Dendis, Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

Megapolitan
Tembok Pembatas Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu Roboh, Lima Mobil Tertimpa Reruntuhan

Tembok Pembatas Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu Roboh, Lima Mobil Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Tembok Sekolah di Cirendeu Roboh, Lima Mobil Rusak Tanpa Korban Jiwa

Tembok Sekolah di Cirendeu Roboh, Lima Mobil Rusak Tanpa Korban Jiwa

Megapolitan
Temui AHY di Kantor DPP Demokrat, Anies: Penanda Kami Siap Jalan Bersama

Temui AHY di Kantor DPP Demokrat, Anies: Penanda Kami Siap Jalan Bersama

Megapolitan
PPSU dan Petugas SDA Bersihkan Sisa-sisa Banjir dan Lumpur di MTsN 19

PPSU dan Petugas SDA Bersihkan Sisa-sisa Banjir dan Lumpur di MTsN 19

Megapolitan
Menko PMK Melayat ke Rumah Korban Tembok Roboh MTsN 19, Berikan Santunan dan Daftarkan Bansos

Menko PMK Melayat ke Rumah Korban Tembok Roboh MTsN 19, Berikan Santunan dan Daftarkan Bansos

Megapolitan
Isak Tangis Orangtua Adnan Korban Tembok Roboh MTsN 19 Saat Pelayat Memeluknya...

Isak Tangis Orangtua Adnan Korban Tembok Roboh MTsN 19 Saat Pelayat Memeluknya...

Megapolitan
Musim Hujan, Masyarakat Harus Waspada Bahaya Kelistrikan dan Mitigasi Mandiri

Musim Hujan, Masyarakat Harus Waspada Bahaya Kelistrikan dan Mitigasi Mandiri

Megapolitan
Situasi Terkini di Jalan TB Simatupang, Tak Ada Banjir dan Kemacetan Lalu Lintas

Situasi Terkini di Jalan TB Simatupang, Tak Ada Banjir dan Kemacetan Lalu Lintas

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Banjir Tersisa di 5 RT Jakarta Barat

Hingga Jumat Pagi, Banjir Tersisa di 5 RT Jakarta Barat

Megapolitan
UPDATE 6 Oktober 2022: Kumulatif Covid-19 di Tangsel Tembus 106.038 Kasus

UPDATE 6 Oktober 2022: Kumulatif Covid-19 di Tangsel Tembus 106.038 Kasus

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya: Saya Harap Kamera ETLE di Jakarta Makin Banyak, Pak Gubernur...

Kapolda Metro Jaya: Saya Harap Kamera ETLE di Jakarta Makin Banyak, Pak Gubernur...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.