PT KCJ Siap Kerja Sama Tertibkan Angkutan Umum di Sekitar Stasiun

Kompas.com - 01/08/2017, 19:49 WIB
Jalur pejalan kaki yang nantinya jadi antara hall stasiun dan halte bus tranjakarta. Gambar diambil pada Selasa (25/7/2017). Kompas.com/Alsadad RudiJalur pejalan kaki yang nantinya jadi antara hall stasiun dan halte bus tranjakarta. Gambar diambil pada Selasa (25/7/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Bidang Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan, pihaknya bersedia bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait integrasi antarmoda untuk mempermudah arus penumpang berpindah setelah turun dari kereta rel listrik (KRL).

Ia mengemukakan hal itu saat menanggapi pandangan Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Widjatmoko yang menilai PT KAI seharusnya ikut mengatur angkutan umum yang mangkal di sekitar stasiun.

Baca juga: BPTJ Gandeng Pemilik Lahan di Sekitar Stasiun untuk Angkutan Umum

"Karena memang PT KAI dan PT KCJ merupakan operator sarana kereta dengan tugas utama pengembangan moda transportasi KRL, maka pengaturan angkutan umum yang menumpuk di ruas jalan merupakan wewenang pihak lain yang melakukan penertiban," kata Eva saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/8/2017).

Menurut Eva, pihaknya tidak bisa seorang diri mengatur angkutan umum di kawasan yang bukan wewenangnya. Eva menilai akan lebih baik bila ada kerja sama antara pihak, seperti yang sedang diterapkan di Stasiun Tebet saat ini.

"Tentunya dengan koordinasi bersama pihak terkait seperti Dishub, contohnya pengembangan Stasiun Tebet melalui rapat bersama, merupakan salah satu bentuk dukungan integrasi antarmoda," kata Eva.

Perihal penertiban trotoar secara umum merupakan wewenang pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Dinas Satpol PP. Sementara penertiban angkutan umum merupakan wewenang penuh pihak Dishubtrans DKI Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
Menilik Proyek Rumah DP Rp 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Menilik Proyek Rumah DP Rp 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X