Pengelola Green Pramuka Belum Cabut Laporan terhadap Acho

Kompas.com - 11/08/2017, 17:08 WIB
Komika Muhadkly alias Acho saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKomika Muhadkly alias Acho saat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/8/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pengelola Apartemen Green Pramuka City belum mencabut laporannya terhadap komika Muhadkly MT alias Acho. Pengacara pengelola Apartemen Green Pramuka, Rizal Siregar mengatakan, saat ini kedua pihak masih membahas proses perdamaian.

"Kami kan masih proses perdamaian, nah perdamaian itu tidak bisa disampaikan ke media karena masih paralel," ujar Rizal saat dikonfirmasi, Jumat (11/8/2017).

(baca: Green Pramuka Akui Belum Beri Surat Kepemilikan Unit ke Penghuni)

Rizal memastikan, jika proses perdamaian sudah rampung, pihaknya akan segera mencabut laporan itu.

"Kalau proses perdamaian Acho dan pihak Green Pramuka, pencabutan berkas itu otomatis akan dilakukan pengelola. Ini kan delik aduan, pencabutan berkas ini bisa dilakukan," ucap dia.

Rizal mengungkapkan, dalam proses perdamaian kedua pihak mengajukan sejumlah persyaratan. Adapun Rizak tidak bersedia menyampaikan persyaratan itu.

"Damai itu kan tahap akhir, konten perdamaian itu yang masih dibicarakan," kata Rizal.

(baca: Pihak Apartemen Green Pramuka: Kami Ini Korban...)

Polisi menetapkan Acho sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik PT Duta Paramindo Sejahtera, selalu pengembang dan pengelola Green Pramuka City.

Berkas perkara itu telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Acho dituduh mencemarkan nama baik setelah mengkritik pengelola apartemen melalui blog-nya, muhadkly.com.

Dalam tulisan yang dia buat pada Maret 2015, Acho mengkritik beberapa hal terkait kondisi Apartemen Green Pramuka City, antara lain soal sertifikat hak milik yang tidak kunjung terbit, sistem perparkiran, tingginya biaya iuran pemeliharaan lingkungan, dan biaya supervisi yang dibebankan saat penghuni ingin merenovasi unit apartemen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apapun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Megapolitan
Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Megapolitan
Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Megapolitan
Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X