Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/08/2017, 16:53 WIB
Nibras Nada Nailufar

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memberi kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada 27 anggota Polda Metro Jaya yang mengungkap penyelundupan satu ton sabu beberapa waktu lalu.

Mereka yang mengungkap penyelundupan sabu itu berpangkat Ajun Komisaris hingga Brigadir Dua, dan dinaikkan satu tingkat di atas pangkatnya saat ini.

Menurut Tito, pengungkapan penyelundupan satu ton sabu mengangkat citra Polri serta menorehkan sejarah sebagai pengungkapan kasus penyelundupan sabu terbesar.

"Tim gabungan di Polda Metro Jaya dan Mabes telah mengungkap jaringan narkotika sabu-sabu yang spektakuler, yaitu satu ton berikut dengan kapal. Ini angka terbesar dalam sejarah narkoba selama ini," kata Tito, dalam acara Korps Raport di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/8/2017).

(baca: Kapolri Heran Perairan Indonesia Bisa Disusupi Satu Ton Sabu)

Tito memberikan kenaikan pangkat karena bangga atas kerja anggotanya dalam kasus ini. Apalagi kemarin, saat Sidang Tahunan MPR, Presiden memuji pengungkapan penyelundupan satu ton sabu dalam pidato kenegaraannya.

"Presiden juga berikan apresiasi dan pujian sendiri. Itu dalam pidato terima kasih di antaranya kepada Polri dan dikutip beliau adalah pengungkapan narkoba satu ton. Itu adalah pidato kenegaraan," kata Tito.

(baca: Penyelundup Sabu 1 Ton Manfaatkan WNI sebagai Sopir dan Penerjemah)

Kompas TV Pelaku diduga merupakan sindikat jaringan narkoba internasional Bulan Sabit Emas.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Polisi Bakal Umumkan Tersangka Kasus Perundungan di Binus School Serpong

Polisi Bakal Umumkan Tersangka Kasus Perundungan di Binus School Serpong

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPD RI di Jakarta Data 62,29 Persen: Fahira Idris dan Happy Djarot Unggul Sementara

"Real Count" Pileg DPD RI di Jakarta Data 62,29 Persen: Fahira Idris dan Happy Djarot Unggul Sementara

Megapolitan
11 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Ketinggian Air 10-40 Cm

11 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Ketinggian Air 10-40 Cm

Megapolitan
Proyek Pembangunan Masjid Agung Bogor Molor dari Target

Proyek Pembangunan Masjid Agung Bogor Molor dari Target

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPRD DKI Data 52 Persen: PKS, PDI-P, dan Gerindra Tertinggi Sementara

"Real Count" Pileg DPRD DKI Data 52 Persen: PKS, PDI-P, dan Gerindra Tertinggi Sementara

Megapolitan
Sinyal Kandidat Cagub DKI, Kini Muncul Nama Keponakan Prabowo dan Riza Patria

Sinyal Kandidat Cagub DKI, Kini Muncul Nama Keponakan Prabowo dan Riza Patria

Megapolitan
Saat Yudha Arfandi Bantah 'Browsing' soal CCTV Sebelum Tenggelamkan Dante, tapi Polisi Punya Bukti...

Saat Yudha Arfandi Bantah "Browsing" soal CCTV Sebelum Tenggelamkan Dante, tapi Polisi Punya Bukti...

Megapolitan
Ketika Indah Terseret 150 Meter demi Pertahankan Motor dari Maling...

Ketika Indah Terseret 150 Meter demi Pertahankan Motor dari Maling...

Megapolitan
Beda Ekspresi Tamara Tyasmara dan Dimas Angger Saat Hadiri Rekonstruksi Pembunuhan Dante di Kolam Renang

Beda Ekspresi Tamara Tyasmara dan Dimas Angger Saat Hadiri Rekonstruksi Pembunuhan Dante di Kolam Renang

Megapolitan
Anggaran Makan Gratis Rp 15.000, Bisa Dapat Ikan Tongkol dan Satu Gorengan di Warteg

Anggaran Makan Gratis Rp 15.000, Bisa Dapat Ikan Tongkol dan Satu Gorengan di Warteg

Megapolitan
Kebimbangan Pemilik Warteg di Tengah Harga Beras yang Mahal…

Kebimbangan Pemilik Warteg di Tengah Harga Beras yang Mahal…

Megapolitan
Sedang Bersihkan Situ Jatijajar, Warga Temukan Jasad Bayi Lengkap dengan Ari-ari

Sedang Bersihkan Situ Jatijajar, Warga Temukan Jasad Bayi Lengkap dengan Ari-ari

Megapolitan
Hari Ini, Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Stafnya

Hari Ini, Rektor Universitas Pancasila Diperiksa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Stafnya

Megapolitan
Bapanas: Stok Beras di Pasar Induk Beras Cipinang Aman

Bapanas: Stok Beras di Pasar Induk Beras Cipinang Aman

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Tambora, Polisi Duga Korban Tewas 5 Hari Sebelum Ditemukan

Suami Bunuh Istri di Tambora, Polisi Duga Korban Tewas 5 Hari Sebelum Ditemukan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com