"Pak Ogah" yang Dilatih Polisi Akan Diberi Atribut Pengatur Lalu Lintas

Kompas.com - 24/08/2017, 18:59 WIB
Puluhan pengatur lalu lintas dari warga atau Pak Ogah dilatih di halaman Polres Tangerang Selatan, Kamis (24/8/2017). Para Pak Ogah ini akan dinamai sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) dan dilatih secara khusus oleh Satuan Lalu Lintas tiap Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam rangka membantu kelancaran arus lalu lintas. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Puluhan pengatur lalu lintas dari warga atau Pak Ogah dilatih di halaman Polres Tangerang Selatan, Kamis (24/8/2017). Para Pak Ogah ini akan dinamai sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) dan dilatih secara khusus oleh Satuan Lalu Lintas tiap Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam rangka membantu kelancaran arus lalu lintas.
|
EditorIndra Akuntono


TANGERANG, KOMPAS.com -
Warga yang mengatur lalu lintas atau sering disebut " Pak Ogah" akan menerima atribut dan peralatan sederhana saat membantu melancarkan arus lalu lintas.

Para Pak Ogah yang menerima atribut dan peralatan adalah mereka yang mengikuti pelatihan dari Satuan Lalu Lintas tiap Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama sepekan terakhir.

"Nanti dilengkapi dengan pakaian, topi, rompi dan peluit saat mengatur lalu lintas," kata Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Tangerang Selatan, Ajun Inspektur Satu, Heri Sulistiono, usai melatih Pak Ogah di halaman Polres Tangerang Selatan, Kamis (24/8/2017) petang.

(baca: Kisah Merry, "Pak Ogah" Wanita yang Pernah Digoda Pengendara Iseng)


Jumlah Pak Ogah yang ikut pelatihan di Polres sebanyak 24 orang. Nantinya, mereka akan disebut dengan nama sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas, dan pada Sabtu (26/8/2017) akan dilantik secara bersamaan dengan supeltas daerah lain di Polda Metro Jaya.

Pantauan Kompas.com, para supeltas dilatih 12 gerakan dasar aba-aba pengaturan lalu lintas. Gerakan dasar itu menggunakan kedua tangan mereka dengan arti dan makna masing-masing, seperti tangan lurus ke depan sebagai tanda berhenti, tangan mengayun ke samping sebagai tanda jalan perlahan, dan lainnya.

Selain itu, para supeltas juga dilatih cara baris-berbaris dan penanganan pertama jika terjadi kecelakaan.

Para supeltas diminta menolong korban kecelakaan dan mengimbau massa tidak main hakim sendiri terhadap orang yang dianggap menyebabkan kecelakaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X