Kerugian Calon Jemaah Kafilah Rindu Kabah Capai Rp 50 Miliar

Kompas.com - 22/09/2017, 15:24 WIB
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi saat konferensi pers tentang Biro Umrah Kafilah Rindu Kabah, di Jakarta, Jumat (22/9/2017) Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comKetua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi saat konferensi pers tentang Biro Umrah Kafilah Rindu Kabah, di Jakarta, Jumat (22/9/2017)
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 3.065 aduan dari calon jemaah umrah Kafilah Rindu Ka'bah (KRK) telah diterima Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Laporan yang masuk ke YLKI tersebut seluruhnya berupa keluhan dari para calon jemaah karena tidak kunjung diberangkatkan untuk menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Tak pelak, para calon jemaah tersebut mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

"Kerugiannya mencapai Rp 50 miliar. Ini otomatis terjadi karena selain tidak diberangkatkan, calon jemaah juga tidak atau belum bisa menarik kembali uangnya," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi kepada wartawan di Kantor YLKI Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Baca: Bos Biro Umrah Kafilah Rindu Ka'bah Tiba-tiba Hadiri Jumpa Pers YLKI

Kerugian yang dialami tersebut terjadi pada calon jemaah dari periode Desember 2015 sampai sekarang atau sudah hampir dua tahun.

Tulus bahkan menyebutkan, kasus pada calon jemaah KRK ini lebih dulu terjadi ketimbang  First Travel (FT) dan korbannya juga lebih dulu melapor ke polisi.

"Oleh sebab itu, para calon jemaah ini meminta polisi agar segera menangkap dan memenjarakan bos KRK Ali Zainal Abidin dan mengembalikan uang mereka," tandas Tulus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X