Penganiaya Petugas Parkir Gandaria City Mengaku Menyesal

Kompas.com - 09/10/2017, 17:48 WIB
Anwari, dokter yang menganiaya petugas parkir Mal Gandaria City ketika dibawa ke Mapolrestro Jakarta Selatan, Senin (9/10/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Anwari, dokter yang menganiaya petugas parkir Mal Gandaria City ketika dibawa ke Mapolrestro Jakarta Selatan, Senin (9/10/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com - Anwari, penganiaya petugas parkir Mal Gandaria City mengaku menyesali perbuatannya. Dia menyampaikan penyesalan itu ketika digelandang ke tahanan Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (9/10/2017).

"Jelas menyesali perbuatan itu," kata Anwari, kepada wartawan, di Mapolrestro Jakarta Selatan, Senin petang.

Anwari, yang merupakan dokter itu, tidak menjelaskan alasan dia menganiaya petugas parkir bernama Juansyah, pada Jumat (6/10/2017) malam.

"Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan yang baik. Saya tidak bisa menjawab. Karena sedang kalut," kata Anwari.

Peristiwa penganiayaan terhadap petugas parkir di Mal Gandaria City terjadi pada Jumat sekitar pukul 20.30 WIB. Pemicunya karena masalah biaya parkir.

Saat itu, mobil dinas berpelat TNI yang ditumpangi Anwari hendak keluar dari parkiran. Mobil itu dikemudikan sopirnya.

Kemudian Juansyah, yang saat itu bertugas di loket parkir, meminta biaya parkir sebesar Rp 5.000 kepada sopir mobil yang ditumpangi Anwari. Namun, pengemudi itu menolak membayar.

Setelah terjadi perdebatan akhirnya sang sopir mau membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000.

Selang berapa lama, sang sopir mobil dinas itu kembali lagi bersama Anwari. Setelah terlibat cekcok, Anwari kemudian memukul Juansyah.

Anwari juga sempat melepaskan tembakan ke udara dengan pistol yang dibawanya.

Saat mendengar ada keributan, beberapa orang yang merupakan petugas parkir dan pihak manajemen mal datang untuk melerai. Karena merasa telah dianiaya, Juansyah didampingi manajemen mal melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Kebayoran Lama pada Sabtu dini hari.



EditorIndra Akuntono

Close Ads X