Kompas.com - 10/10/2017, 20:50 WIB
Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Suwolo Seto (tengah) di Polsek Bekasi Kota, Kota Bekasi, Selasa (10/10/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahKapolsek Bekasi Kota, Kompol Suwolo Seto (tengah) di Polsek Bekasi Kota, Kota Bekasi, Selasa (10/10/2017).
|
EditorIndra Akuntono


BEKASI, KOMPAS.com -
Kapolsek Bekasi Kota Kompol Suwoto Seto mengatakan dua tersangka yang terlibat tawuran antara geng motor dengan warga telah ditangkap. Tawuran itu terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Bekasi, Minggu (8/10/2017), sekitar pukul 03.00 WIB.

"Mulanya ada geng motor Bekasi All Star melakukan persiapan tawuran dengan kelompok geng lain. Akhirnya malah tawuran dengan warga sekitar," ujar Seto, saat ditemui di Polsek Bekasi Kota, Selasa (10/10/2017).

Seto menjelaskan, tersangka yang ditangkap adalah BGS (16) dan AS (17). Keduanya merupakan warga sekitar yang terlibat tawuran dengan geng motor tersebut.

Adapun tawuran tersebut menyebabkan HZ (19) terluka parah hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Kota Bekasi.

HZ mengalami luka bacok di bagian belakang tubuhnya. Pelaku pembacokan terhadap HZ diduga adalah BGS, sedangkan AS memukul pundak korban sebanyak tiga kali.

Seto mengatakan, tawuran tersebut terjadi spontanitas karena warga kesal dengan ulah geng motor.

Selain itu, kata Seto, menurut pengakuan tersangka dan keterangan saksi, korban beberapa kali seperti menantang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat itu katanya korban kaya nantangin. Korbang bilang kalau dia kebal," kata Seto.

"Warga sebenarnya menghalau, bukan menyerang. Motif warga juga spontanitas, bukan karena berniat tawuran (dengan geng motor). Mungkin warga terpicu emosinya," ujar Seto.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua buah celurit kecil dan satu celurit besar.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X