Kompas.com - 26/10/2017, 13:52 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Bukit Duri yang termasuk dalam kelompok penggugat class action, tengah berbahagia sebab gugatan mereka dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Apalagi, mereka sudah mendengar bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan mengajukan banding.

Mereka meminta Pemprov DKI membayar masing-masing Rp 200 juta kepada 93 penggugat, dengan total Rp 18,6 miliar.

"Ya jangan-lah dikurangi, orang cuma Rp 200 juta, masa mau dikurangin," kata Iis, warga RW 12 Bukit Duri ketika ditemui di rumahnya, Kamis (26/10/2017).

Iis mengatakan Rp 200 juta itu akan digunakan olehnya dan warga lainnya untuk membeli rumah baru di lokasi yang lebih murah dibanding di Bukit Duri.

Baca juga : Warga Bukit Duri Menang, Anies Tegaskan Pemprov Tidak Banding

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.

Iis mengatakan dia siap bermusyawarah dengan Pemprov DKI tapi tidak bersedia negosiasi soal jumlah uang ganti rugi yang sudah diputuskan pengadilan.

"Awalnya saja kami minta kan jauh, sampai Rp 1 triliun, ini hanya Rp 18 miliar," katanya.

Baca juga : Warga Bukit Duri Mulai Lepas dari Bayang-bayang Banjir

Besok, Iis dan warga akan ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui Anies. Ia akan meminta Anies menyatakan kesiapannya memenuhi putusan pengadilan, serta siap melaksanakan janjinya terhadap warga Bukit Duri saat kampanye lalu.

"Masa Pemprov DKI bisa bangun ini itu, tapi ganti rugi warganya enggak siap," ujar Iis.

Dalam amar putusan yang dibacakan pada Rabu (25/10/2017). majelis hakim menyatakan penggusuran yang dilakukan pemerintah telah melanggar hak asasi manusia.

Pemerintah secara sewenang-wenang menggusur warga penggugat tanpa musyawarah dan ganti rugi yang berkeadilan. Atas pertimbangan itu, warga dinyatakan berhak menerima ganti rugi.

Kompas TV Permukiman warga di pinggir Sungai Ciliwung di wilayah Bukit Duri, Jakarta Selatan, mulai dibongkar.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baim Wong dan Paula Dilaporkan ke Polisi Buntut Konten Prank KDRT

Baim Wong dan Paula Dilaporkan ke Polisi Buntut Konten Prank KDRT

Megapolitan
Anies Resmikan Terminal Penumpang di Pelabuhan Muara Angke

Anies Resmikan Terminal Penumpang di Pelabuhan Muara Angke

Megapolitan
Pemerkosaan Anak terjadi 3 Kali di Jakut, Kak Seto: Ini Fenomena Gunung Es

Pemerkosaan Anak terjadi 3 Kali di Jakut, Kak Seto: Ini Fenomena Gunung Es

Megapolitan
Komnas Perempuan Sebut Baim Wong-Paula Tak Cukup Sekedar Minta Maaf Usai Buat Konten 'Prank' KDRT

Komnas Perempuan Sebut Baim Wong-Paula Tak Cukup Sekedar Minta Maaf Usai Buat Konten "Prank" KDRT

Megapolitan
Diusung Jadi Capres, Anies Singgung saat Jadi Oposisi Nasdem di Pilkada DKI 2017

Diusung Jadi Capres, Anies Singgung saat Jadi Oposisi Nasdem di Pilkada DKI 2017

Megapolitan
Masyarakat Diingatkan Tak Buat Konten Sembarangan di Kantor Polisi, Buntut Konten 'Prank' KDRT Baim Wong-Paula

Masyarakat Diingatkan Tak Buat Konten Sembarangan di Kantor Polisi, Buntut Konten "Prank" KDRT Baim Wong-Paula

Megapolitan
10 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran di Kebayoran Baru, Satu Celurit dan 2 Stik Golf Disita

10 Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran di Kebayoran Baru, Satu Celurit dan 2 Stik Golf Disita

Megapolitan
Operasi Zebra Dimulai Hari Ini, Berikut Rincian 14 Pelanggaran yang Ditindak...

Operasi Zebra Dimulai Hari Ini, Berikut Rincian 14 Pelanggaran yang Ditindak...

Megapolitan
Anies Diusung Nasdem Jadi Capres, Politikus PDI-P Singgung Program Pemprov DKI yang Belum Tuntas

Anies Diusung Nasdem Jadi Capres, Politikus PDI-P Singgung Program Pemprov DKI yang Belum Tuntas

Megapolitan
Anies Diusung Jadi Capres, F-PDIP DPRD: Jangan Gunakan 'Panggung' Gubernur untuk Fondasi Pilpres

Anies Diusung Jadi Capres, F-PDIP DPRD: Jangan Gunakan "Panggung" Gubernur untuk Fondasi Pilpres

Megapolitan
Bikin 'Prank' Laporan KDRT lalu Dikecam Habis-habisan, Kini Baim Wong Merasa Bersalah...

Bikin "Prank" Laporan KDRT lalu Dikecam Habis-habisan, Kini Baim Wong Merasa Bersalah...

Megapolitan
Tanggapi Indra Kenz, OctaFX Akui Pernah Kerja Sama dengan Deddy Corbuzier dan Boy William

Tanggapi Indra Kenz, OctaFX Akui Pernah Kerja Sama dengan Deddy Corbuzier dan Boy William

Megapolitan
Selain Pendampingan Psikologis, LPAI juga Tawarkan 'Home Schooling' untuk Remaja yang Diperkosa di Kelapa Gading

Selain Pendampingan Psikologis, LPAI juga Tawarkan "Home Schooling" untuk Remaja yang Diperkosa di Kelapa Gading

Megapolitan
Anies Beri Bocoran Kriteria Cawapres-nya Kelak

Anies Beri Bocoran Kriteria Cawapres-nya Kelak

Megapolitan
Pengendara Motor yang Lewat Jalur Sepeda Bergaris Putus-putus Tak Bisa Ditilang

Pengendara Motor yang Lewat Jalur Sepeda Bergaris Putus-putus Tak Bisa Ditilang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.