Polisi Cari Bukti soal Kecepatan Mobil Saat Kecelakaan Setya Novanto

Kompas.com - 17/11/2017, 14:14 WIB
Kondisi Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto. Mobil berada di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Timur, Jumat (17/11/2017). KOMPAS.com/Stanly RavelKondisi Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto. Mobil berada di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Timur, Jumat (17/11/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian sampai saat ini masih mendalami kasus tabrakan mobil Fortuner yang membawa Ketua DPR RI Setya Novanto pada Kamis (16/11/2017).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, menerangkan proses investasi akan dilakukan dengan menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA).

"Memang menurut keterangan dari si pengemudi (H) itu dia dalam kecepatan relatif cukup tinggi, tapi akan kita buktikan," kata AKBP Budiyanto, Jumat (17/11/2017).

"Tadi kita sudah olah TKP lagi menggunakan peralayan Traffic Accident Analysis (TAA). Dari hasil alat tersebut bisa diketahui bagaimana sebelum kejadian, saat kejadian, sampai pasca-kejadian, termasuk berapa kecepatannya," papar AKBP Budiyanto.

Baca juga : Tiba di RSCM, Tubuh Setya Novanto Diselimuti Bedcover

Kepolisian menyebut ada tiga orang di dalam Fortuner yang mengalami kecelakaan pada Kamis malam. Ketiganya yaitu Hilman yang mengendarai mobil, Setya Novanto, dan ajudannya bernama Reza.

Mobil yang digunakan adalah Fortuner berkelir hitam dengan nomor polisi B 1732 ZLO diketahui atas nama Aminudin warga Cinere Depok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Jakarta Krisis Covid-19, Pimpinan Komisi E Minta Anies Blusukan Cegah Penularan

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangerang Tak Merasa Efek Samping Setelah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Sopir Ojol Dikeroyok Pengendara Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Melanggar PPKM, Kafe dan Tempat Fitness di Cipondoh Ditutup

Megapolitan
Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Pengendara Motor Kebutan-kebutan di Sekitar Istana, Diberhentikan, Kena Sanksi Push Up

Megapolitan
Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Terapkan PSBB, Jakarta Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X