Kompas.com - 27/11/2017, 22:24 WIB
Kolam di DPRD DKI Jakarta yang rencananya akan direhabilitasi dengan anggaran Rp 620 juta. Foto diambil pada Selasa, (21/11/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Kolam di DPRD DKI Jakarta yang rencananya akan direhabilitasi dengan anggaran Rp 620 juta. Foto diambil pada Selasa, (21/11/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan (Sekwan) DKI Jakarta Muhammad Yuliadi mengatakan, pihak yang bisa mengajukan anggaran ke dalam sistem e-budgeting hanya dari Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD). SKPD yang mengurus keperluan anggota DPRD DKI Jakarta adalah Kesekretariatan Dewan yang dipimpin oleh dia.

"Memang kami harus ngajukan dari SKPD, SKPD kan Sekwan, Sekwan kan saya, kan memang kami yang harus (lakukan) pengajuan," kata Yuliadi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Senin (27/11/2017).

Penjelasan Yuliadi itu terkait anggaran renovasi kolam ikan di Gedung DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 620 juta dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (RAPBD) DKI 2018 yang akhirnya dibatalkan. Yuliadi mengatakan anggaran tersebut dia masukan ke dalam sistem e-budgeting. Anggaran dimasukan lengkap dengan hitung-hitungan harga satuan komponennya.

Baca juga : Anggaran Renovasi Kolam Rp 620 Juta Resmi Dicoret dari RAPBD 2018

Menurut Yuliadi, pertimbangannya adalah untuk mempercantik tampilan kantor. Kata dia, anggota DPRD DKI Jakarta juga menyarankan agar kolam tersebut diperbaiki.

"Ya memang dari teman-teman anggota juga minta supaya itu diperbaiki tampilannya," kata dia.

Dengan kolam yang ada saat ini, kata Yuliadi, ikan-ikan yang ada di dalamnya sering mati. Setelah berkonsultasi dengan Dinas Pertamanan DKI Jakarta, ternyata spesifikasi kolamnya tidak sesuai dengan ikan yang ada di kolam itu. Kolam itu terlalu dangkal untuk memelihara ikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah meminta anggaran renovasi kolam ikan itu dicoret dari RAPBD DKI 2018. Dia gerah karena disebut-sebut sebagai pihak yang mengusulkan anggaran renovasi kolam itu.

Baca juga : Prasetio: Saya Minta, Tolong Dicoret Itu Anggaran Kolam Rp 620 Juta!

Terkait itu, Yuliadi mengaku tidak ada masalah. Anggaran tersebut bisa dihapus dari sistem e-budgeting.

"Ya nanti kalau harus dicoret ya kami coret, nanti kami delete. Sistemnya harus dibuka dulu, kalau sudah online baru kami delete," kata Yuliadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Megapolitan
Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Megapolitan
Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.