Menag: Deepavali Jadi Hari Raya Fakultatif, Bukti Negara Layani Semua Umat Beragama - Kompas.com

Menag: Deepavali Jadi Hari Raya Fakultatif, Bukti Negara Layani Semua Umat Beragama

Kompas.com - 02/12/2017, 21:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno turut membuka festival Depavali, Sabtu (2/12/2017)Kompas.com/Setyo Adi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno turut membuka festival Depavali, Sabtu (2/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri perayaan Deepavali 5119 Kaliyuga yang diselenggarakan Gema Sadhana di Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (2/12/2017). Ia mengucapkan selamat bagi penganut Hindu, khususnya dari India yang hari rayanya kini dijadikan hari raya fakultatif di Indonesia.

"Dijadikannya Deepavali sebagai hari raya fakultatif adalah bukti nyata bahwa negara memberi pelayanan yang sama pada semua umat beragama," ujar Lukman, Sabtu malam.

Menurut Lukman, pengakuan terhadap hari raya ini pantas dilakukan mengingat suku India sudah ratusan tahun bermukim di Indonesia dan menjadi bagian dari peradaban bangsa. Lukman juga mengapresiasi Gema Sadhana, sayap Partai Gerindra mengangkat tema "Kita Indonesia, Indonesia Adalah Kita" pada Deepawali 2017 ini.

Baca juga : Menag: Beragama Secara Ekstrem Bukan Cara yang Diajarkan Rasulullah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Pemerintah sedang mengkaji penetapan batas minimal biaya umrah untuk mencegah biro travel perang harga yang berpotensi merugikan jamaah umroh. Jakarta, Jumat (18/8/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Pemerintah sedang mengkaji penetapan batas minimal biaya umrah untuk mencegah biro travel perang harga yang berpotensi merugikan jamaah umroh. Jakarta, Jumat (18/8/2017).
"Menurut saya ini sangat relevan dengan upaya bangsa kita untuk terus menerus mewujudkan bangsa yang majemuk, toleran, dan demokratis dalam ke-Indonesia-an yang majemuk dan dapat mengekspresikan ajaran agamanya, sepanjang masih dalam koridor hukum yang berlaku," kata Lukman.

Baca juga : Menag: Tak Satu Pun Agama Ajar Merendahkan Orang dan Menumpahkan Darah

Lukman berharap, tema ini dapat menjadi acuan bagi para umat beragama. Ia menginginkan umat Hindu tak hanya mengabdi kepada agama, namun juga kepada negara dengan senantiasa menjaga kerukunan.

"Ini dukungan pemerintah atas upaya merajut tenun kebangsaan kita. Karena di masa mendatang, potensi tantangan dari kemajukan kita semakin berat," ujarnya.


Kompas TV Menag: Tangkal Radikalisme Sejak Dini

EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Close Ads X