Ketua DPRD DKI: Pengusaha Diskotek MG Harus Dihukum Mati

Kompas.com - 19/12/2017, 07:29 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIKetua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan harus ada hukuman tegas untuk pemilik diskotek MG. Selain hukuman pidana, kata Pras, mereka juga seharusnya divonis hukuman mati.

"Pelaku dan pengusaha hiburannya harus dihukum mati karena dengan sengaja mengedarkan ( narkoba) di tempat usahanya di diskotek MG," ujar Pras melalui pesan singkat, Senin (18/12/2017).

Diskotek MG bukan hanya menjadi tempat pengedaran narkoba, melainkan juga pembuatan narkoba. Izin usaha diskotek MG juga telah dicabut Pemprov DKI. Dia berkomitmen mengawasi proses hukum diskotek MG ini.

"Dewan akan mengawasi hukum yang sedang berjalan," ujar Prasetio yang juga merupakan Ketua Gerakan Rakyat Anti Madat.

Baca juga: Penggerebekan Lab Narkoba yang Berujung Pencabutan Izin Usaha Diskotek MG

Prasetio mengatakan, hukuman tegas harus diberikan dalam kasus ini. Dia ingin kasus yang menimpa diskotek MG menjadi pelajaran bagi tempat hiburan malam lainnya di Jakarta sehingga tidak main-main dengan narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah menetapkan lima tersangka terkait penggerebekan di diskotek MG, Tubagus Angke, Jakarta Barat. Semua tersangka merupakan karyawan diskotek tersebut.

"Lima orang telah ditetapkan tersangka, yaitu FD, DM, WA, FER, dan WK," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Baca juga: Pemilik Diskotek MG Buron

FD berperan sebagai pemimpin jaringan itu, DM berperan sebagai penghubung, WA berperan sebagai pengawas, FER berperan sebagai penyedia, dan MK bertugas sebagai kurir.

Sementara itu, dua orang lagi masih dalam pengejaran, yaitu R dan A. Adapun R merupakan pemilik diskotek dan A merupakan koordinator lapangan jaringan itu.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Sejumlah Langkah Polisi dan Pemprov DKI Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Megapolitan
TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X