Ini Penyebab Antrean Paspor "Online" Cepat Habis

Kompas.com - 19/12/2017, 14:42 WIB
Antrean di ruang tunggu Kantor Imigrasi Khusus Klas I Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016). Nibras Nada NailufarAntrean di ruang tunggu Kantor Imigrasi Khusus Klas I Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembuatan dan perpanjangan paspor masih menjadi pekerjaan rumah untuk Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Selatan. Meski sudah menyediakan layanan online, banyak warga yang mengeluhkan antrean online yang justru cepat penuh dan tidak tersedia.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Marina M Harahap mengatakan, antrean online sulit didapat, lantaran ketidakdisiplinan warga itu sendiri.

"Memasuki masa liburan, kadang orang baru mengajukan permohonan ketika akan berangkat, sehingga terjadi lonjakan," kata Marina, Selasa (19/12/2017).

Selain itu, lonjakan juga banyak berasal dari jamaah umrah ke Arab Saudi. Banyak di antara jemaah mengajukan permohonan perubahan paspor biasa ke e-paspor.

Baca juga: Jokowi: Paspor Harus Dilayani Cepat, Awas kalau Ada yang Main-main

"Ada informasi kalau pakai e-paspor, nanti dihilangkan dendanya Rp 1 juta. Sebab ada denda kalau dalam waktu 3 tahun, lebih dari 1 kali berangkat umrah," ujarnya.

Baca juga: Jokowi: Saya Tidak Mau Rakyat Tak Pegang Paspor Gara-gara Ada yang Mainin

Menurut Marina, kuota pengurusan paspor setiap harinya hampir 500. Antrean permohonan ini dibagi menjadi walk in ke kantor imigrasi dan pengajuan online. Di Jakarta Selatan, keduanya sama-sama membeludak.

Upaya yang dilakukan untuk mempercepat pelayanan di lonjakan akhir tahun, dengan membuka pelayanan pada Sabtu, membuka booth di Mal Gandaria City, dan berkantor di Mal Pelayanan Publik setiap Jumat. Meski masih ada kekurangan, Marina mengklaim pelayanan yang diberikan semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Yang kami ketahui sebelum ada antrean online, orang mengantre dari jam 03.00 pagi, kami sebagai petugas kan juga kasihan, tujuan antrean online itu ya untuk memanusiakan masyarakat, tapi kok membeludak antreannya. Ke depannya, kami akan melaporkan ke kantor pusat agar tidak terjadi lagi," ujar Marina.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X