Tawuran Antar-Remaja di Ciracas, Pelajar SD dan SMP Tewas

Kompas.com - 11/02/2018, 17:58 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Stanly Ravel
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Ciracas, Jakarta Timur, dikagetkan dengan tawuran antarremaja yang terjadi di Jalan Gudang Air dan Jalan Puskesmas pada pukul 03:00 WIB, Minggu (11/2/2018).

Dalam tawuran tersebut, dua orang remaja berinisial DK (14) yang merupakan pelajar kelas II SMP Widya Manggala dan MR, pelajar SDN 09 Susukan, meninggal dunia setelah mendapatkan sejumlah luka tusukan.

"Korban tawuran meninggal dunia akibat luka tusukan pada bagian punggung, leher sebelah kiri, dada sebelah kiri, serta bagian leher depan," ucap Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar dalam keterangannya, Minggu (11/2/2018).

Hingga saat ini belum diketahui awal penyebab terjadinya tawuran.

(Baca juga: Polisi Sita Puluhan Senjata Tajam Hasil Tawuran Antar-Pelajar di Magelang)

Namun, kronologi sementara berdasarkan keterangan saksi, kejadian tersebut berawal di Jalan Gudang Air RT 01/RW 02, Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Pada lokasi ini, DK meninggal dunia dalam kondisi masih menggunakan helm.

Selanjutnya, terjadi kejar-kejaran antar-remaja hingga menuju TKP kedua, yakni di Jalan Puskesmas RT 011/RW 01.

"Pelaku masih diselidiki. Saksi tidak mengetahui apa sebab terjadinya tawuran tersebut," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

Megapolitan
3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

Megapolitan
Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Megapolitan
Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Megapolitan
[Update 3 Maret]: RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Terisi 77 Persen

[Update 3 Maret]: RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Terisi 77 Persen

Megapolitan
Usul Penggunaan Hak Interpelasi Terkait Penanganan Banjir di Jakarta Dinilai Wajar, Bukan Pencitraan

Usul Penggunaan Hak Interpelasi Terkait Penanganan Banjir di Jakarta Dinilai Wajar, Bukan Pencitraan

Megapolitan
Sanksi Parkir bagi Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Mulai Diuji Coba, Ini Ketentuannya

Sanksi Parkir bagi Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Mulai Diuji Coba, Ini Ketentuannya

Megapolitan
Ketika Puluhan Guru di Tangsel Gagal Disuntik Vaksin Covid-19...

Ketika Puluhan Guru di Tangsel Gagal Disuntik Vaksin Covid-19...

Megapolitan
UPDATE: 63 Persen Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Telah Terisi

UPDATE: 63 Persen Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Telah Terisi

Megapolitan
15 Rumah di Permukiman Padat Penduduk di Cakung Ludes Terbakar, Rabu

15 Rumah di Permukiman Padat Penduduk di Cakung Ludes Terbakar, Rabu

Megapolitan
59 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi, Ini Daftarnya

59 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi, Ini Daftarnya

Megapolitan
Kesal Dibubarkan, Geng Motor Bacok Polisi di Menteng

Kesal Dibubarkan, Geng Motor Bacok Polisi di Menteng

Megapolitan
Berakhirnya Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182...

Berakhirnya Operasi Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182...

Megapolitan
Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos: Pelaku Mabuk, Korban Buat Bukti Video

Fakta-fakta Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos: Pelaku Mabuk, Korban Buat Bukti Video

Megapolitan
Satu Tahun Covid-19, Wagub DKI Akui Kebijakan Pemprov DKI Hanya Efektif 20 Persen

Satu Tahun Covid-19, Wagub DKI Akui Kebijakan Pemprov DKI Hanya Efektif 20 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X