Ada Pertanyaan Belum Terjawab, Novel Mungkin Dipanggil Polisi Lagi

Kompas.com - 23/02/2018, 18:15 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi mungkin akan memanggil lagi penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Pemanggilan itu dilakukan jika penyidik merasa ada pertanyaan yang belum terjawab tuntas saat membuat berita acara pemeriksaan (BAP) di Singapura, ketika Novel menjalani pengobatan mata di sana.

"Ya tentu penyidik akan memanggil, nanti ada beberapa pertanyaan yang belum dijawab waktu di Singapura dan akan kami tanyakan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/2/2018).

Salah satu pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan kepada Novel adalah soal pernyataan Novel tentang jenderal aktif yang terlibat dalam penyerangannya pada 11 April 2017. Novel disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal di dekat rumahnya pada saat itu. 

"Kan sudah kami tanyakan dan dia menyebut seseorang maka kami perlu tanyakan apakah betul atau hanya asumsi. Nanti misalnya betul melanggar hukum nanti, kami kumpulkan bukti-buktinya," kata Argo.

Baca juga : Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

 Argo belum dapat memastikan kapan pemeriksaan Novel akan dilakukan.

"Itu teknis penyidik ya," kata dia.

Novel diserang dua orang tak dikenal di dekat Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang letaknya tak jauh dari kediamannya. Dua orang yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Kejadian berlangsung begitu cepat. Novel tak sempat mengelak.

Novel dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, lalu kemudian ke Jakarta Eye Center (JEC) di Menteng, Jakarta Pusat. Dari sana Novel lalu dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

Polisi memeriksa sejumlah saksi, memeriksa CCTV yang terpasang di sekitar lokasi penyerangan, merilis sketsa wajah terduga pelaku, bahkan mengumumkan kontak hotline agar masyarakat yang merasa telah melihat terduga pelaku dapat  melapor kepada polisi. Namun hingga kini pengungkapan kasus itu belum menemui titik terang.

Baca juga : Mengingat 10 Bulan Perjalanan Kasus Penyerangan Novel Baswedan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X