Atas Kesaksian Korban, Terdakwa Bom Thamrin Bilang Tak Tahu Menahu

Kompas.com - 27/02/2018, 13:56 WIB
Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman dikawal aparat kepolisian untuk memasuki ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGTerdakwa Aman Abdurrahman alias Oman dikawal aparat kepolisian untuk memasuki ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa peledakan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016, Aman Abdurrahman, tak pernah menanggapi kesaksian yang disampaikan para saksi terkait peristiwa itu dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Dalam sidang pada Selasa (27/2/2018) ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi. Mereka adalah seorang warga sipil John Hansen (31) serta dua anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ipda Dodi Maryadi dan Ipda Suhadi.

John Hansen yang pertama memberikan kesaksian. Sementara Dodi dan Suhadi menunggu di luar sidang. Dalam kesaksiannya, John menceritakan ledakan bom di gerai Starbucks, luka infeksi di telinga kirinya, hingga trauma yang dia alami.

Selesai John bersaksi, Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini menanyakan tanggapan Aman.


"Tidak tahu menahu," jawab Aman atas pertanyaan Jaini.

Baca juga : 2 Tahun Bom Thamrin dan Derita yang Masih Tersisa

Begitu pun saat Dodi dan Suhadi memberikan kesaksiannya bersama-sama. Saat Dodi selesai memberi kesaksian soal penembakan terhadap dirinya, Jaini menanyakan tanggapan Aman dan mendapat jawaban yang sama dari terdakwa, yakni tak tahu menahu.

Seusai Suhadi memberikan kesaksian, Jaini kembali bertanya pada Aman. Lagi-lagi Aman menjawab serupa.

"Tidak tahu menahu," kata Aman.

Dodi tampak kesal saat mendengar jawaban Aman. Dia pun langsung menimpali Aman.

"Tapi Allah tahu," ucap Dodi.

Majelis hakim langsung memotong ucapan Dodi. Setelah itu, Dodi dan Suhadi keluar ruang sidang karena telah selesai memberikan kesaksian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Kebakaran Rumah Semi Permanen di Serpong Hanguskan 4 Kambing dan 1 Motor

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi Permanen di Serpong Hangus Terbakar

Megapolitan
Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Begini Cara Mengurus Surat Tanah yang Hilang atau Rusak

Megapolitan
Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Viral Polisi Pakai Jaket dan Helm Ojol Berhentikan Pengendara Nmax, Begini Ceritanya

Megapolitan
Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Kadisbud DKI Bersikukuh Rekomendasi Formula E di Monas dari TSP Bukan TACB

Megapolitan
Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Jakpro Tentukan Tipping Fee Sampah di ITF Sunter, Rp 583 Ribu Per Ton

Megapolitan
Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Pembuat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin: Saya Menyesal

Megapolitan
Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Panitia Pemilihan Wagub DKI Segera Dibentuk, Ketuanya Tak Boleh dari Tiga Fraksi Ini

Megapolitan
Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Kivlan Zen Kembali Masuk IGD karena Paru-paru Kronis, Sidang Ditunda

Megapolitan
Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Polisi Cari Begal yang Bacok Korbannya di Bintara Jaya

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Polisi Tangkap Dua Komplotan Curanmor dalam Dua Pekan

Megapolitan
Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Tinjau Lokasi Radiaksi Nuklir, Ketua DPRD Tangsel Bakal Panggil Batan dan Bapetan

Megapolitan
KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

KPU Resmi Buka Pendaftaran Bakal Calon Independen Pilkada Depok

Megapolitan
Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Duduk Perkara Kadisbud DKI Dicecar dan Dimarahi Ketua hingga Anggota DPRD

Megapolitan
Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Ditanya Peluang Maju Lagi di Pilkada Depok, Idris: Jangan-jangan Elektabilitas Saya Rendah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X