Diskotek Exotic: Saya Heran, Gubernur Bukan Menunggu Hasil Penyelidikan - Kompas.com

Diskotek Exotic: Saya Heran, Gubernur Bukan Menunggu Hasil Penyelidikan

Kompas.com - 16/04/2018, 17:54 WIB
Tampak depan Diskotek Exotic di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Tampak depan Diskotek Exotic di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Diskotek Exotic, Sawah Besar, Jakarta Pusat menyatakan kekecewaannya karena menerima surat pencabutan izin usaha ditengah proses penyeledikan kasus narkoba.

Sebelumnya, pengunjung bernama Sudirman (47) meninggal dunia dengan dugaan overdosis akibat narkoba pada Senin (2/4/2018). Namun, menurut pihak manajemen Exotic, hasil rekam medis menunjukkan korban meninggal dunia akibat sakit jantung.

"Yang saya heran, Gubernur ( Anies Baswedan)  bukan menunggu hasil penyelidikan. Begitu ada hasil penyelidikan baru langsung bertindak," kata Humas Exotic Tete Martadilaga kepada Kompas.com pada Senin (16/4/2018).

Baca juga : Manajemen Sebut Pria yang Meninggal di Diskotek Exotic karena Sakit Jantung

Tete juga kecewa dengan Pemprov DKI yang langsung mempercayai rujukan peristiwa tersebut dari Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Ketua BNNP DKI Jakarta Johny Pol Latupeirissa mengatakan dirinya akan mengusulkan Diskotek Exotic untuk ditutup jika hasil penyelidikan menyatakan Sudirman benar-benar meninggal akibat narkoba.

"Ini kan hasil penyelidikan kan belum selsesai kenapa (Pemprov) DKI langsung percaya sama BNNP DKI," tambahnya.

Baca juga : Izin Usaha Dicabut, Diskotek Exotic Merasa Dibinasakan

Ia mengabarkan pada hari ini, Selasa, Polsek Sawah Besar membawa hasil penyelidikan ke Dinas Pariwisata dengan harapan membatalkan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

"Harusnya Gubernur menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Korban asli bukan narkoba, rekam medisnya sakit jantung," katanya.


Komentar
Close Ads X