"Kalau Ada Gubernur Terpilih lalu Kampung Akuarium Dibubarkan, Warga Sakit Hati Lagi"

Kompas.com - 18/04/2018, 09:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang  bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah. MAULANA MAHARDHIKAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat menerima simbolis desain rumah pada peringatan dua tahun penggusuran di Kampung Akuarium , Penjaringan, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Peringatan yang bertajuk Dari Shelter Menuju Harapan Kampung yang Baru tersebut menampilkan pertunjukan warga kampung seperti musik dan tarian daerah.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membangun selter di Kampung Akuarium.

Menurut Bestari, selter bisa dibangun di tempat itu karena saat ini Pemprov DKI Jakarta dipimpin Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia khawatir kebijakannya akan berubah lagi jika kepemimpinan berganti.

"Memang sampai kapan dia jadi gubernur? Nanti kalau ada gubernur terpilih lagi, bilang ini enggak bisa di sini lalu dibubarin lagi, warga sakit hati lagi," ujar Bestari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (17/4/2018).

Baca juga: Demi Mereka yang Bertahan di Kampung Akuarium...

Apalagi, nantinya Pemprov DKI akan membangun kembali permukiman Kampung Akuarium. Bestari menilai, kebijakan itu merupakan kebijakan temporer karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Sebab, perkampungan tersebut akan dibangun di atas lahan yang peruntukannya bukan permukiman. Apalagi, Kampung Akuarium sebelumnya ditertibkan karena lahannya merupakan milik pemerintah.

"Lihat dulu tanah itu peruntukannya untuk apa. Itu kan trase, setelah jalan, ada taman, tanggul, baru laut. Ngapain buat sesuatu yang temporer?" ujarnya.

Bestari mengatakan, seharusnya warga yang bertahan tinggal dalam tenda di sana diarahkan untuk masuk ke rusun.

Baca juga: Sandiaga: Kami Ingin Kembalikan Rasa Keadilan di Kampung Akuarium

Hal itu lebih baik karena tidak menyalahi aturan. Dia pun menyinggung sikap Anies dalam kasus penderekan mobil Ratna Sarumpaet.

Kata dia, Anies bersikap mendukung agar peraturan ditegakkan. Bestari pun meminta Anies mendukung penegakan aturan dalam masalah Kampung Akuarium. 

"Jadi, saya bukan tidak mendukung program gubernur, tetapi saya mendukung gubernur untuk tidak mendirikan bangunan yang tidak sesuai peruntukannya," kata Bestari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

Pilot Ditangkap karena Sabu, Alvin Lie: Pemeriksaan Narkoba Seharusnya Rutin Sepanjang Tahun

Megapolitan
Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

Ini 15 Jenis Pelanggaran Lalin yang Bakal Ditindak Tegas pada Masa PSBB Transisi

Megapolitan
Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

Ahok Heran Reklamasi Ancol Saat Ini Menempel dengan Darat

Megapolitan
Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Polisi Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Masa PSBB Transisi di Jakarta Meningkat 50 Persen

Megapolitan
Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Bima Arya Klaim 150 Bantuan Bus Gratis Cukup Bantu Urai Kepadatan di Stasiun Bogor

Megapolitan
Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Perbanyak Tes PCR

Megapolitan
Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Megapolitan
Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Megapolitan
3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Megapolitan
Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Megapolitan
Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X