Kompas.com - 02/05/2018, 15:42 WIB
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi meninjau lokasi proyek galian pipa PAM Jaya yang menewaskan seorang pekerjanya di Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Rabu (2/5/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DWakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi meninjau lokasi proyek galian pipa PAM Jaya yang menewaskan seorang pekerjanya di Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, Rabu (2/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara mengaku tidak tahu adanya proyek galian pipa PAM Jaya di Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan, yang menewaskan seorang pekerjanya Selasa (1/5/2018) kemarin.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi menyatakan, kelurahan setempat tidak menerima laporan terkait adanya proyek tersebut.

"Memang kami belum begitu mengetahuinya. Karena begitu kecelakaan baru mereka pada lapor. Kami tanya Pak Lurah, Pak Lurah pun tidak dikasih tau ada kegiatan ini," kata Junaedi di lokasi kejadian, Rabu (2/5/2018) siang.

Junaedi menilai, proyek harus dihentikan sementara hingga terklarifikasi. Meskipun begitu, kata Junaedi, proyek tersebut sudah terdaftar di Suku Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Baca juga : Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Tertimbunnya Pekerja Galian

Di samping itu, Junaedi juga menyoroti kurang diperhatikannya aspek keselamatan dalam proyek tersebut.

Oleh karena itu, Junaedi berencana memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk PAM Jaya dan Dinas Tenaga Kerja terkait Keamanan dan Keselamatan Kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apabila tidak sesuai, nanti akan ada teguran dari Dinas Tenaga Kerja. Saya, wali kota, akan memfasilitasi yang sifatnya harus diselesaikan dengan unit-unit terkait," kata Junaedi.

Baca juga : Proyek Galian yang Tewaskan Pekerja di Penjaringan Milik PAM Jaya, Bukan Palyja

Seorang pekerja galian bernama Tarno tewas tertimbun longsor di Jalan Jembatan Tiga Raya, Jakarta Utara. Jasad korban baru bisa dievakuasi pada Rabu  pagi tadi setelah terperangkap lebih dari 12 jam.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.