Kompas.com - 03/05/2018, 19:38 WIB
Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/4/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDirektur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta menyiapkan uji coba bus listrik di Jakarta sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya sudah ditawari vendor-vendor untuk pengadaan bus listrik.

"Transjakarta untuk uji coba (bus listrik) kami siap karena memang beberapa bulan terakhir ini beberapa vendor juga telah menghubungi kami menjajaki bus listrik," ujar Budi kepada Kompas.com, Kamis (3/5/2018).

Baca juga: Sandiaga Sebut Sudah Menindaklanjuti Perintah Jokowi soal Bus Listrik

Budi mengatakan, sejak dulu, PT Transjakarta memang berupaya memberikan transportasi yang ramah lingkungan.

Bus listrik merupakan salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan.

Untuk mewujudkan bus listrik, Budi mengatakan, ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu.

"Yang lagi kami pikirkan, bus ini jalannya di koridor atau non-koridor. Kalau non-koridor, di mana yang akan memudahkan operasional, karena perlu juga jalannya diukur," katanya. 

Baca juga: Saat Jokowi Singgung Anies-Sandi soal Bus Listrik di Jakarta...

Kemudian juga memikirkan masalah tempat charging.

Budi mengatakan, beberapa bus listrik memiliki metode charging berbeda.

Ada bus yang bisa dioperasikan meski dayanya belum diisi penuh dan ada juga bus yang harus diisi penuh terlebih dahulu baru bisa beroperasi. 

Baca juga: Menuju Green Airport, Bandara Soetta Akan Operasikan Bus Listrik

PT Transjakarta akan menentukan jenis bus listrik yang akan digunakan terlebih dahulu.

Setelah itu, barulah mereka menentukan tempat charging.

Uji coba

Untuk uji coba, kemungkinan PT Transjakarta akan menggunakan bus listrik yang sudah siap beroperasi dari vendor.

Budi mengatakan, waktu yang dibutuhkan akan lebih lama jika harus membuat bus baru terlebih dahulu.

"Jadi (uji coba pakai bus) yang ada, yang ready, yang bisa digunakan terlebih dahulu. Kalau menunggu (bus) bikin (baru), ya, mesti tunggu beberapa bulan. Tapi tetap kami enggak mau abaikan safety," katanya. 

Baca juga: Biar Dilihat Dunia, Bus Listrik ?Anak Bangsa? Bakal Dites di Bandara

Rencana bus listrik ini bermula ketika Presiden Joko Widodo menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengenai fenomena bus listrik di sejumlah negara.

Dalam acara "Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition" ke-42 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018), Presiden mengatakan, perkembangan penggunaan bus listrik di negara-negara maju semakin tinggi.

Di salah satu kota di China tahun 2017, 100 persen moda transportasi bus menggunakan bus listrik.

Baca juga: Bus Listrik Buatan Dalam Negeri Segera Diuji Coba di Bandara Soekarno-Hatta

Pemerintah China, lanjut Presiden Jokowi, setiap tahun mengganti 100 bus berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.

"Ini mestinya dimulai dari Jakarta dulu, Pak Wakil Gubernur di sini hadir. Ganti busnya yang listrik," kata Presiden Jokowi sambil melirik Sandiaga yang hadir di acara itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Megapolitan
Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Megapolitan
Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Megapolitan
Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

Megapolitan
Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

Megapolitan
Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

Megapolitan
Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

Megapolitan
Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

Megapolitan
Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

Megapolitan
Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.