Kompas.com - 06/05/2018, 19:31 WIB
Suasana kawasan Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (27/4). Lemahnya regulasi penataan apartemen seperti pendataan penghuni memunculkan kasus kejahatan di apartemen. Pada Jumat pekan lalu, Polda Metro Jaya mengungkap kegiatan prostitusi daring di Apartemen Kalibata City. KOMPAS/RADITYA HELABUMISuasana kawasan Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (27/4). Lemahnya regulasi penataan apartemen seperti pendataan penghuni memunculkan kasus kejahatan di apartemen. Pada Jumat pekan lalu, Polda Metro Jaya mengungkap kegiatan prostitusi daring di Apartemen Kalibata City.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS. com - Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).

"Kami ungkap prostitusi yang dipesan secara online dengan tempat kejadian perkara (TKP) di dua tower pada apartemen Kalibata City, yakni tower Akasia dan Herbas," ucap Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Minggu.

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka, yakni H (31) dan seorang wanita berinisial M (35).

Baca juga : Cegah Praktik Prostitusi, Pengelola Larang Sewa Harian di Apartemen Kalibata City

Keduanya diduga berperan sebagai mucikari yang menyediakan dan menyiapkan pekerja seks komersial (PSK) dengan modus pijat tradisional.

"Mereka berdua ini berperan sebagai mami dan papi alias mucikari. Tugas mereka mencari konsumen, menyiapkan tempat menawarkan pijat, bahkan sampai menyediakan kondom," ucap dia.

Modus operandi kedua mucikari tersebut yakni menjaring pria hidung belang secara online melalui aplikasi "WeChat".

Pada awalnya, mereka menawarkan pijat tradisional. Setelah komunikasi berlanjut dari WeChat ke WhatsApp, mereka mengirimkan foto-foto para terapis kepada calon pelanggan.

"Setelah ada kesepakatan baru mereka mereka naik ke atas. Setelah sampai di atas konsumen ditawarkan servis yang lebih dengan biaya Rp 500.000 per satu setengah jam," ujar dia.

Baca juga : Ada Praktik Prostitusi, Penghuni Kalibata City Akan Mengadu ke Anies-Sandiaga

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua tersangka ini sudah melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut di Kalibata City selama satu tahun lebih. Ada 10 terapis yang dijadikan PSK oleh keduanya.

Atas perbuatan ini, keduanya diancam Pasal 296 KUHP dan atau pelanggaran terhadap ketertiban umum Pasal 506 KUHP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Pemprov DKI Mulai Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Hari Ini, Pemprov DKI Mulai Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung

Megapolitan
Mobil Terbakar di Dekat Gandaria City, Lalu Lintas Sempat Macet

Mobil Terbakar di Dekat Gandaria City, Lalu Lintas Sempat Macet

Megapolitan
Jumlah Penduduk Miskin Jakarta Meningkat, Anies: Terendah Dibandingkan Provinsi Lain

Jumlah Penduduk Miskin Jakarta Meningkat, Anies: Terendah Dibandingkan Provinsi Lain

Megapolitan
Ditangkap karena Gunakan Ganja, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan sebagai Narkotika

Ditangkap karena Gunakan Ganja, Jeff Smith: Ganja Tak Layak Dikategorikan sebagai Narkotika

Megapolitan
Fakta Sementara Pengeroyokan Anggota TNI dan Polisi di Kebayoran Baru: Satu Tewas, Pelaku Masih Buron

Fakta Sementara Pengeroyokan Anggota TNI dan Polisi di Kebayoran Baru: Satu Tewas, Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Jeff Smith Mengaku Gunakan Ganja Usai Lulus SMA

Jeff Smith Mengaku Gunakan Ganja Usai Lulus SMA

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Binaan di Jakut Dimulai Hari Ini

Vaksinasi Covid-19 untuk Pedagang Binaan di Jakut Dimulai Hari Ini

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib Tangerang Raya Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Soal SIKM, Anies: Harus Terintegrasi secara Nasional

Soal SIKM, Anies: Harus Terintegrasi secara Nasional

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bekasi Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemkot Bogor Hentikan Operasional RS Lapangan

Klaim Kasus Covid-19 Terus Menurun, Pemkot Bogor Hentikan Operasional RS Lapangan

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Depok Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Kota Bogor Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
Polisi Dapat Sedikit Ganja Saat Geledah Mobil Jeff Smith

Polisi Dapat Sedikit Ganja Saat Geledah Mobil Jeff Smith

Megapolitan
Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 19 April 2021

Jadwal Buka Puasa dan Shalat Maghrib di Jakarta Hari Ini, 19 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X