Beda Selera Minum Kopi Anies, Sandiaga, Jokowi, Ahok, hingga Foke...

Kompas.com - 18/05/2018, 04:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memberikan salam kepada gubernur terpilih Joko Widodo atau Jokowi, seusai acara ramah tamah di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (5/10/2012). Dalam acara ini Fauzi Bowo memperkenalkan Jokowi beserta Basuki Tjahaja Purnama kepada pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta sempat memperlihatkan ruang kerja gubernur kepada Jokowi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memberikan salam kepada gubernur terpilih Joko Widodo atau Jokowi, seusai acara ramah tamah di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (5/10/2012). Dalam acara ini Fauzi Bowo memperkenalkan Jokowi beserta Basuki Tjahaja Purnama kepada pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta sempat memperlihatkan ruang kerja gubernur kepada Jokowi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada cerita unik di balik secangkir kopi atau teh yang disajikan untuk para gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Baik gubernur maupun wakil gubernur dari era ke era memiliki selera berbeda untuk teh dan kopi yang mereka nikmati setiap harinya.

Tak banyak orang yang tahu mengenai selera gubernur dan wakil gubernur tersebut. Namun, tidak demikian dengan Agus Rois dan Thomas.

Keduanya merupakan pembuat kopi dan teh untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Kepada Kompas.com, Rabu (9/5/2018), Agus Rois dan Thomas bercerita soal selera minuman gubernur dan wagub.

Kopi pahit untuk Anies

Agus bercerita tentang selera pimpinannya saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Kata Agus, Anies lebih suka minum air putih. Namun, jika minum kopi, Anies lebih suka kopi pahit.

Agus Rois (kiri) dan Thomas (kanan), PHL yang biasa membuatkan kopi atau teh untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. KOMPAS.com/JESSI CARINA Agus Rois (kiri) dan Thomas (kanan), PHL yang biasa membuatkan kopi atau teh untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
"Jadi kopinya itu tanpa gula," ujar Agus.

Teman satu timnya, Thomas, mengatakan bahwa kopi atau teh untuk pejabat biasanya disertai gula terpisah.

Namun, setiap diberi gula kemasan, Anies seringkali tidak menggunakannya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat makan siang bersama petugas pemadam kebakaran di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/3/2018).Kompas.com/Akhdi Martin Pratama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat makan siang bersama petugas pemadam kebakaran di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (6/3/2018).
"Kalau (gula) dipakai itu cuma satu sachet, itu pun tidak habis semua, hanya dipakai sedikit," ujar Thomas.

Kopi spesial untuk Sandiaga

Lain lagi dengan Sandiaga. Thomas mengatakan, Sandiaga tidak sering minum kopi.

Namun, ketika ingin kopi, Sandiaga tidak akan meminta mereka membuatkannya.

"Kalau Pak Sandi itu kopinya pribadi, kopinya bikin sendiri, digiling sendiri sama ajudannya. Jadi kopi khusus dia, enggak dari kami," ujar Thomas.

Agus membenarkan hal itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (14/5/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota, Senin (14/5/2018).
Selain kopi, Sandiaga sebenarnya lebih suka minum air putih. Agus mengatakan, air putih yang diminum Sandiaga juga khusus.

Sandiaga meminum infused water dengan botol minumnya sendiri.

"Jadi air putih pakai jeruk, ditenteng-tenteng (sendiri botolnya)," kata Agus.

Ada kebiasaan unik di Balai Kota sejak pemerintahan Anies-Sandiaga.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Mobil Milik Sopir Taksi Online yang Dibunuh Ditemukan di Tangerang

Megapolitan
Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Pedagang Pasar Kebayoran Lama Minta ASN Lebih Sering Keliling Pantau Pasar

Megapolitan
Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Di Pasar Koja Baru, ASN Juga Diminta Awasi Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Update 6 Juli: Bertambah 7, Covid-19 di Kota Tangerang Tembus 500 Kasus

Megapolitan
Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Krisis Covid-19, Stok Beras di Kota Tangerang Hanya untuk 3 Bulan

Megapolitan
Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Terperosok 2,5 Jam di Trotoar Jalan Raya Fatmawati, Truk Tronton Berhasil Dievakuasi

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 6 Juli: Bertambah 1, Total 418 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Etty Toyib, TKI yang Lolos dari Hukuman Mati Pengadilan Arab Saudi Tiba di Bandara Soetta

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus John Kei, Total Ada 67 Adegan

Megapolitan
ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

ASN Tugas di Pasar, Pedagang Berharap Semua Bisa Disiplin supaya Pandemi Berakhir

Megapolitan
Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Dukung Reklamasi Ancol, Gerindra: Ancol Ditargetkan Jadi Tempat Wisata Dunia

Megapolitan
Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Datangi Pasar Lenteng Agung, Anggota Fraksi PSI Nilai Pembatasan Pengunjung Belum Optimal

Megapolitan
UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

UPDATE 6 Juli: Tambah 231 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Capai 12.526

Megapolitan
306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

306 ASN Pantau Aktivitas di 26 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Muncul Saat Rekonstruksi di Rumahnya, John Kei Perankan Adegan Pimpin Rapat Penyerangan Nus Kei

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X