Pengacara: Eks Pilot Lion yang Ditahan Korban Pemalsuan Dokumen

Kompas.com - 23/05/2018, 22:37 WIB
Pesawat Wings Air dan Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Praya, Nusa Tenggara Barat, Rabu (30/8/2017).KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pesawat Wings Air dan Lion Air di Bandara Internasional Lombok, Praya, Nusa Tenggara Barat, Rabu (30/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Wawan Ardianto, pengacara 7 orang pilot (dari 9 pilot) yang terlibat kasus dugaan pemalsuan dokumen Lion Air Group mengatakan, para kliennya merupakan korban. Dokumen yang dimaksud meliputi surat keterangan pengalaman kerja seperti lolos butuh (syarat bekerja di maskapai lain) dan penalti dalam kontrak kerja saat mereka mengundurkan diri dari Lion Air Group.

“Yang diperkarakan Lion Air Group itu surat lolos butuhnya. Jadi mereka dituduh juga memalsukan (dokumen) padahal mereka juga menjadi korban,” kata Wawan, Rabu (23/5/201810.

Ketujuh pilot tersebut tadinya merupakan awak untuk penerbangan domestik Wings Air. Saat ini mereka telah bekerja untuk maskapai Citilink. Mereka yang menjadi klien Wawan yaitu IT (47), ANR (32), AFD (31), FSF (31), OMS (35), dan GA (30).

Baca juga: Diduga Palsukan Dokumen, 9 Pilot Lion Air Ditahan Polisi

Wawan mengatakan, para kliennya meminta pertolongan pihak lain yang berinisial D saat mengurus dokumen itu. D kemudian menunjuk T, karyawan kontrak Lion Air Group, untuk mengurus dokumen pengunduran diri. Alasan mundur mereka beragam. Mereka telah bekerja antara 7-9 tahun di Lion Group.

“Jadi mereka ini meminta tolong kepada seseorang untuk mengurus (dokumen pengunduran diri) karena beliau-belian ini selalu terbang, jadi tidak sempat,” kata dia.

Saat ini, ketujuh pilot itu, bersama dua pilot lainnya APP (24) dan EEI (26) serta T (31) yang tidak ditangani Wawan, telah ditahan di Bareskrim Polri. Mereka disangkakan dengan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat-surat atau dokumen dengan ancaman pidana maksimal enam tahun.


Terkini Lainnya

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Pengunjung Berburu Makanan Murah Hingga Pakaian di Bekasi Night Carnival

Megapolitan
Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Akan Beri Insentif Industri Perfilman

Regional
BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

BPN Optimistis Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Meningkat Pasca-Kampanye Rapat Umum

Nasional
Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Jonan Sebut Rasio Elektifikasi NTT Paling Rendah di Indonesia

Regional
Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Prabowo dan Sandiaga Dijadwalkan Kampanye Rapat Umum Bersama di 4 Kota

Nasional
Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Terjatuh dari Kapal, ABK Ditemukan Tewas di Pelabuhan Samudera Kendari

Regional
Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Prabowo dan Sandiaga Awali Rapat Kampanye Rapat Umum di Kota yang Berbeda

Nasional
Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Prabowo Akan Awali Kampanye Rapat Umum di Manado dan Makassar

Nasional
Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Regional
Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Mengamuk, Pria Ini Bacok Tiga Anggota Keluarga Mantan Istrinya

Regional
La Nyalla Ancam 'Amputasi' Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

La Nyalla Ancam "Amputasi" Kader Pemuda Pancasila Jatim yang Tak Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Puting Beliung Rusak 117 Unit Bangunan di Bolaang Mongondow

Regional
Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Tahun 2020, Jokowi Akan Bangun 3.000 BLK Komunitas di Pondok Pesantren

Regional
TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

TNBTS Minta Semua Wisatawan Patuhi Larangan Mendekat ke Kawah Bromo

Regional
Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Patung Putri Duyung Kini Pakai Kemben, Manajemen Ancol Sebut Penyesuaian Budaya

Megapolitan

Close Ads X