60 Mahasiswa UPH Karawaci Diduga Keracunan Makanan Kantin

Kompas.com - 31/05/2018, 21:32 WIB
Ilustrasi keracunan. ShutterstockIlustrasi keracunan.

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 60 orang mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang Selatan dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap nasi goreng seafood di kantin kampus, Kamis (31/5/2018) pukul 09.00 WIB.

"Kurang lebih setengah jam setelah Mahasiswa dan mahasiswi makan nasi goreng tersebut, kemudian para mahasiswa dan mashasiswi mengeluh sakit perut dan merasa mual setelah makan nasi goreng seafood tersebut," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fredy Irawan saat dikonfirmasi, Kamis.

Mereka menyantap makanan di kantin tepat sebelum perhelatan wisuda untuk 100 orang mahasiwa berprestasi yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Hasil Uji Lab, Tutut yang Buat Warga Bogor Keracunan Mengandung 3 Bakteri

"Pada pukul 12.00 para mahasiswa yang diduga keracunan dibawa ke RS Siloam, semuanya 60 orang," katanya.

Sebanyak 35 orang dibawa ke Rumah Sakit Umum Siloam, 31 orang masih dirawat dan 4 orang sudah pulang. Sedangkan 25 orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit Siloam Gedung A, 20 orang sudah dipulangkan, sedangkan 5 lainnya masih dirawat.

"Empat orang lagi masih di IGD. Jadi yang masih melakukan perawatan medis di rumah sakit ada 13 orang yang menjadi korban keracunan, 47 lainnya sudah pulang," katanya.

Selanjutnya, polisi akan mendatangi Rumah Sakit Siloam, menyelidiki tempat kejadian perkara, saksi-saksi, pemilik dapur kantin, dan hasil laboraturium.

"Barang bukti nasi goreng masih dilakukan pengecekan di laboraturium RS Siloam," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Megapolitan
Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

Megapolitan
Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Jakarta Internasional Stadium Gunakan Rumput Hybrid Impor Untuk Tiga Lapangan

Megapolitan
Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Jakarta International Stadium Hanya Sediakan Parkir untuk 1.500 Kendaraan, Apa Alasannya?

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Polisi Tangkap Kelompok Pencopet Ponsel Saat Konser Musik

Megapolitan
LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

LPSK Beri Perlindungan Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri di Tangsel

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Pemprov DKI Sebut Sepeda yang Melintas di Badan Jalan Tidak Kena Sanksi

Megapolitan
Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Setelah Uji Publik, LRT Jakarta Targetkan 7.000 Penumpang per Hari

Megapolitan
Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Jakarta International Stadium Akan Dilengkapi Fasilitas Bungee Jumping

Megapolitan
Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Tersangka Penyiraman Air Keras Racik Larutan Soda Api Sambil Ngopi di Samping Polsek

Megapolitan
Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Akan Dipecat karena Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Tahun Depan, KRL Ditargetkan Hanya Terjadi 50 Kali Gangguan

Tahun Depan, KRL Ditargetkan Hanya Terjadi 50 Kali Gangguan

Megapolitan
Bocah Berkebutuhan Khusus Tewas Terbakar karena Dipasung, F-PSI: Dinsos Semestinya Tak Lepas Tangan

Bocah Berkebutuhan Khusus Tewas Terbakar karena Dipasung, F-PSI: Dinsos Semestinya Tak Lepas Tangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X