Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta pada Malam Takbiran

Kompas.com - 14/06/2018, 10:46 WIB
Aparat gabungan Polisi, TNI, Satpol PP, dan unsur lain melakukan apel pasukan di halaman Mapolda Metro Jaya, jelang malam Takbiran. Selasa (5/7/2016)Kompas.com/Robertus Belarminus Aparat gabungan Polisi, TNI, Satpol PP, dan unsur lain melakukan apel pasukan di halaman Mapolda Metro Jaya, jelang malam Takbiran. Selasa (5/7/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk malam takbiran yang digelar Kamis (14/6/2018).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pengaturan dilakukan untuk mencegah kepadatan lalu lintas terutama di sepanjang jalan-jalan protokol.

Berikut pengaturan lalu lintas yang disiapkan Ditlantas Polda Metro Jaya:

1. Arus lalu lintas dari Tugu Tani yang akan mengarah ke Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Perwira ke arah Lapangan Banteng, mengarah ke Pasar Baru, Jalan Gunung Sahari dan seterusnya atau Jalan Perwira ke arah Lapangan Banteng, Tugu Adipura, Veteran Raya menuju Harmoni, Jakarta Pusat.

Baca juga: Penutupan Jalan Bekasi I Bersifat Situasional pada Malam Takbiran

2. Arus lalu lintas dari Veteran Raya yang akan mengarah ke Medan Merdeka Utara dan diluruskan ke Harmoni dan seterusnya.

3. Arus lalu lintas dari Hayam Wuruk yang akan mengarah ke Jalan Merdeka Barat dibelokkan ke Jalan Juanda menuju Pasar Baru dan seterusnya.

4. Arus lalu lintas dari Bundaran HI yang akan mengarah ke Jalan Merdeka Barat dibelokkan ke Budi Kemuliaan menuju Jalan Abdul Muis ke arah Jalan Majapahit dan seterusnya atau dari Patung Kuda belok kanan ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan dan seterusnya.

Baca juga: Waspadai Titik Rawan di Jakarta Selatan pada Malam Takbiran

Budiyanto melanjutkan, pengaturan lalu lintas ini akan diterapkan secara situasional.


Terkini Lainnya

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Pembunuhan Sadis Calon Pendeta di OKI, Pelaku Pakai Topeng hingga Murid Korban Selamat setelah Dikira Tewas

Regional
Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Kritik Prabowo soal Indonesia Timur dan Respons Kubu Jokowi

Nasional
Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan 'Teroris'

Venezuela Mati Lampu, Maduro Salahkan "Teroris"

Internasional
Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Boeing 737 MAX Milik Southwest Airlines Mendarat Darurat di Orlando

Internasional
Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Lawan Korupsi, Parpol Bisa Apa?

Nasional
Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Wagub Sumut: Ekspor Jangan Hanya Menguntungkan Eksportir

Regional
Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Copot Baju dan Baret, Relawan Prabowo-Sandi Beralih Dukung Jokowi

Regional
Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Teriakan Bocah 9 Tahun yang Lolos dari Pembunuh Calon Pendeta di OKI: Tolong Tante Diculik

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Fadli Zon: Jokowi Merasa Difitnah, Padahal yang Lebih Banyak Dituduh Prabowo

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

[POPULER INTERNASIONAL] ISIS Tembak Mati SDF | Israel Serang Hamas

Internasional
Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga 'Error' Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga "Error" Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Nasional
Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Regional
Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan

Close Ads X