Penumpang Arus Balik Terminal Kalideres Melonjak H+4 Lebaran, Capai 4.536 Orang

Kompas.com - 19/06/2018, 21:31 WIB
Antrian bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada H-2 lebaran Idul Fitri pada Rabu (13/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUMAntrian bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada H-2 lebaran Idul Fitri pada Rabu (13/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan, jumlah penumpang arus balik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, mulai melonjak jauh pada H+4 Lebaran atau Selasa (19/6/2018) ini.

Pada Selasa dini hari tadi, tercatat 4.536 penumpang yang tiba di Jakarta melalui Terminal Kalideres.

"Dari H+1 itu ada lonjakan penumpang. Yang lebih tinggi bisa mencapai penumpang itu jam 01.00 tadi 4.536 yang tiba. Itu mayoritas dari Jawa Tengah dan Lampung," ujar Revi, di Terminal Kalideres.

Revi menjelaskan, penumpang biasanya tiba di Terminal Kalideres pada dini hari hingga pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Dia memperkirakan, puncak arus balik di Terminal Kalideres akan terjadi pada Rabu (20/6/2018) atau Kamis (21/6/2018) dini hari, mengingat cuti bersama berakhir pada esok hari.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan pengamanan terhadap pemudik yang tiba di Jakarta sejak H+1 Lebaran.

"Mulai H+1 kemarin, setiap penumpang tiba itu dijaga oleh pihak keamanan. Jadi, setiap turun dari bus itu ditungguin ada (polisi) yang pakaian preman, ada yang pakai seragam lengkap," kata dia.

Selain itu, ada posko kesehatan yang disiapkan 24 jam bagi penumpang yang kurang sehat atau kelelahan setelah menempuh perjalanan jarak jauh. Dokter dan tim medis dari puskesmas-puskesmas di Jakarta Barat berjaga secara bergantian di posko itu.

Baca juga: Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Hal lain yang disiapkan yakni angkutan lanjutan bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan dari Terminal Kalideres, menuju tempat tinggal mereka masing-masing.

"Kalau dalam kota itu ada amari, angkutan malam hari, terdiri dari angkot, Metromini, Mayasari Bakti. Kalau busway (transjakarta) itu ada andini, angkutan dini hari, itu masuk ke koridor busway di DKI," ucap Revi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X