Kompas.com - 03/07/2018, 10:51 WIB
Shandra Setiawan memamerkan lempengan prosesor komputer yang dapat diolah menjadi emasi di tempat tinggalnya di Citayam, Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DShandra Setiawan memamerkan lempengan prosesor komputer yang dapat diolah menjadi emasi di tempat tinggalnya di Citayam, Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah 10 tahun terakhir Shadra (32 tahun) hidup dari tumpukan limbah barang-barang elektronik seperti telepon genggam dan komputer. Dari tumpukan rongsokan itulah Shandra menyulap limbah menjadi sumber penghasilannya. Ia melebur emas-emas yang tersisa di barang-barang rongsokan tersebut.

Perkenalan Shandra dengan profesi sebagai ‘penambang’ emas dimulai dari keinginan Shandra memiliki pekerjaan yang santai tetapi tetap menghasilkan uang. Lewat calon mertuanya dulu, ia akhirnya dikenalkan dengan pekerjaan yang unik tersebut.

“Saya kan orangnya malas, kaga mau capek kayak orang lainlah. Ga mau serabutan kerja di kebun atau kerja sama orang. Jadi saya menekuni ini kayakya enak masa depannya, gak monotonlah,” kata Shandra saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Shandra Mendulang Emas Murni dari Barang Bekas Ponsel dan Komputer

Shandra menyebutkan, penghasilannya sebagai ‘penambang’ cukup lumayan.

“Kalau kerja sama orang ya tiap bulan gajinya segitu-gitu saja tak ada tambahan. Coba di bidang kayak gini dapat borongan, gaji Presiden juga kalah. Saya aja kadang-kadang punya barang dari sehari punya untung Rp 800 ribu. Gaji siapa yang segitu?” kata dia.

Shandra menambahkan, keuntungan yang diperolehnya tidak terbatas pada uang. Ia mengatakan, dirinya mempunyai banyak relasi dengan menekuni profesi tersebut. Relasinya terbentang hingga Korea dan China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dulu saya kerja di mobil, kenek bus ke Jawa Solo, cuma saya pikir saya tua di jalan. Kalau kayak begini, pengalaman lebih luas, bisa kenal sama orang-orang luar, Korea, Tiongkok dari beginian. Dari rongsokan kadang orang menyepelekan, tapi gak tahu aja duitnya bisa berapa,” kata Shandra.

Walau begitu, Shandra mengatakan keuntungan yang diperolehnya bak lotere. Ketika ada proyek borongan, penghasilannya berlipat ganda. Ketika tidak ada borongan,  Shandra harus bekerja keras mencari barang-barang rongsok yang bisa dilebur.

Menurut Shandra, pekerjaan sebagai ‘penambang’ emas tidak membuatnya lepas dari drama-drama dunia kerja. Keuntungan besar yang diperoleh dari pengolahan limbah elektronik sering memunculkan perselisihan.

“Namanya duit tuh sensitif. Kadang ngasih duit buat beli barang, duitnya ga ada barangnya gak ada. Saya berusaha jujur tapi ya tetap di bawah saya kadang ada juga yang nggak jujur,” kata Shandra.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 pada Anak Naik Pesat, Pemkot Bekasi Akan Gencarkan Vaksinasi

Kasus Covid-19 pada Anak Naik Pesat, Pemkot Bekasi Akan Gencarkan Vaksinasi

Megapolitan
Tambah 235, Total Kasus Covid-19 di Kota Bogor Capai 32.875

Tambah 235, Total Kasus Covid-19 di Kota Bogor Capai 32.875

Megapolitan
Pemprov DKI Wacanakan Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan

Pemprov DKI Wacanakan Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan

Megapolitan
Tabrak Motor lalu Jatuh ke Kolong Truk, Pemotor di Bogor Tewas

Tabrak Motor lalu Jatuh ke Kolong Truk, Pemotor di Bogor Tewas

Megapolitan
Cerita Pedagang Bunga di Tangsel, Penjualan Kembang Sepi, tapi Banyak Pesanan Karangan Dukacita

Cerita Pedagang Bunga di Tangsel, Penjualan Kembang Sepi, tapi Banyak Pesanan Karangan Dukacita

Megapolitan
Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ini Tanggapan Wagub DKI

Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ini Tanggapan Wagub DKI

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan Isi Ulang Oksigen di Tiap Kecamatan untuk Warga Isoman

Pemkot Bogor Siapkan Isi Ulang Oksigen di Tiap Kecamatan untuk Warga Isoman

Megapolitan
Besok, 500 Santri di Pamulang Akan Divaksinasi Covid-19

Besok, 500 Santri di Pamulang Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Panggil Pemilik Mobil yang Diduga Halangi Ambulans Saat Jemput Pasien Kritis

Polisi Panggil Pemilik Mobil yang Diduga Halangi Ambulans Saat Jemput Pasien Kritis

Megapolitan
3.327 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Positivity Rate Masih di Atas Standar Aman

3.327 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Positivity Rate Masih di Atas Standar Aman

Megapolitan
Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung, Kejati: Masih di Polda Metro

Berkas Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Belum Rampung, Kejati: Masih di Polda Metro

Megapolitan
Bukti Vaksinasi Covid-19 Akan Jadi Syarat Pelonggaran Aktivitas Publik di Jakarta

Bukti Vaksinasi Covid-19 Akan Jadi Syarat Pelonggaran Aktivitas Publik di Jakarta

Megapolitan
Sepeda Gunung Senilai Rp 100 Jutaan di Pamulang Raib Digondol Maling

Sepeda Gunung Senilai Rp 100 Jutaan di Pamulang Raib Digondol Maling

Megapolitan
Anies: Kematian Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi Hanya 13 dari 100.000 Penduduk

Anies: Kematian Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi Hanya 13 dari 100.000 Penduduk

Megapolitan
Pemprov DKI Penuhi Target Vaksinasi Covid-19, Lebih Cepat Sebulan dari Tenggat Jokowi

Pemprov DKI Penuhi Target Vaksinasi Covid-19, Lebih Cepat Sebulan dari Tenggat Jokowi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X