13 Mesin Parkir Meter Akan Dipasang di Kali Besar Kota Tua - Kompas.com

13 Mesin Parkir Meter Akan Dipasang di Kali Besar Kota Tua

Kompas.com - 12/07/2018, 21:27 WIB
Petugas parkir memasukkan nomor kendaraan pada mesin parkir di jalan Sabang, Minggu (21/1/2018). Mesin parkir di jalan Sabang kembali digunakan setelah sebelumnya tidak difungsikanKompas.com/Setyo Adi Petugas parkir memasukkan nomor kendaraan pada mesin parkir di jalan Sabang, Minggu (21/1/2018). Mesin parkir di jalan Sabang kembali digunakan setelah sebelumnya tidak difungsikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 13 Terminal Parkir Elektronik (TPE) atau mesin parkir meter akan dipasang di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat.

Manajer Humas UP Perpakiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan, pihaknya segera menguji coba pengoperasian mesin parkir meter tersebut. 

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan serangkaian uji coba," ucap Ivan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Pemkot Surabaya Kembali Perluas Layanan Parkir Meter

Ivan mengatakan, uji coba dilakukan untuk memastikan semua komponen siap dioperasikan, misalnya mesin tap kartu uang elektronik. 

Pihaknya masih menunggu konfirmasi bank yang dapat bekerja sama untuk pembayaran parkir dengan mesin parkir meter. 

Menurut rencana, 13 mesin parkir meter ditujukan hanya untuk pengendara sepeda motor.

Baca juga: Operator Parkir Meter Belum Ada, Jukir Dibayar Rp 100 Ribu Sehari

"Kali Besar ini, kan, berada di daerah perindustrian. Bahan yang digunakan pastinya berbeda dengan tempat lain. 13 unit mesin parkir meter ini sepertinya terbatas untuk sepeda motor saja, kalau kami paksakan untuk mobil juga enggak mungkin," ujarnya. 

Ia mengatakan, pengadaan mesin parkir meter merupakan hasil hibah pengembang revitalisasi Kali Besar. 

"Kami tidak merencanakan memasang mesin parkir meter, tetapi itu, kan, niat baik dari perusahaan swasta untuk meningkatkan ketertiban di bidang parkiran," kata Ivan. 


Terkini Lainnya

KRL Anjlok di Lintas Parung Panjang-Tanah Abang, Perjalanan Terhambat

KRL Anjlok di Lintas Parung Panjang-Tanah Abang, Perjalanan Terhambat

Megapolitan
Cerita Prabowo 'Saltum' dan Dikira Pemilik Restoran oleh Orang Asing

Cerita Prabowo "Saltum" dan Dikira Pemilik Restoran oleh Orang Asing

Nasional
Tersangka Pembunuh Wanita di Indekos Mampang Gagal Terbang ke Jakarta

Tersangka Pembunuh Wanita di Indekos Mampang Gagal Terbang ke Jakarta

Megapolitan
Kata Istana soal Banyak Kepala Daerah Pendukung Jokowi Ditangkap KPK

Kata Istana soal Banyak Kepala Daerah Pendukung Jokowi Ditangkap KPK

Nasional
Dituntut Jaksa 4 Tahun, Dimas Kanjeng Minta Keringanan ke Hakim

Dituntut Jaksa 4 Tahun, Dimas Kanjeng Minta Keringanan ke Hakim

Regional
Dishub DKI Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Mudik Gratis 2019

Dishub DKI Anggarkan Rp 6,9 Miliar untuk Mudik Gratis 2019

Megapolitan
Prostitusi 'Online' di Sukabumi Melibatkan 10 Perempuan, 2 Diantaranya di Bawah Umur

Prostitusi "Online" di Sukabumi Melibatkan 10 Perempuan, 2 Diantaranya di Bawah Umur

Regional
Nilai Indeks Penilaian Integritas Rendah, Ini Tanggapan Polri

Nilai Indeks Penilaian Integritas Rendah, Ini Tanggapan Polri

Nasional
MA Perberat Hukuman Pelaku Penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar M Adam

MA Perberat Hukuman Pelaku Penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar M Adam

Regional
Pimpinan MPR Dorong Publik Ajukan 'Judicial Review' UU ITE

Pimpinan MPR Dorong Publik Ajukan "Judicial Review" UU ITE

Nasional
Bupati Lamongan Sampaikan Hormat dan Salut atas Tindakan Bripka AA

Bupati Lamongan Sampaikan Hormat dan Salut atas Tindakan Bripka AA

Regional
Penyidikan Dugaan Pencemaran Nama Baik yang Dilaporkan 64 Hakim MA Diminta Distop

Penyidikan Dugaan Pencemaran Nama Baik yang Dilaporkan 64 Hakim MA Diminta Distop

Megapolitan
Rencana Perdamaian Israel-Palestina Versi Trump Dinilai Buang Waktu

Rencana Perdamaian Israel-Palestina Versi Trump Dinilai Buang Waktu

Internasional
Timses Jokowi: Memang Pak Fadli Zon Ngerti Semua soal Hukum?

Timses Jokowi: Memang Pak Fadli Zon Ngerti Semua soal Hukum?

Nasional
Kondisi Polisi yang Ditembak Ketapel oleh Penyerang Pos Lantas Lamongan

Kondisi Polisi yang Ditembak Ketapel oleh Penyerang Pos Lantas Lamongan

Regional

Close Ads X