Sejak Pakai Parkir Meter, Pendapatan Pakir DKI Jadi 2 Kali Lipat - Kompas.com

Sejak Pakai Parkir Meter, Pendapatan Pakir DKI Jadi 2 Kali Lipat

Kompas.com - 15/02/2018, 05:39 WIB
Petugas parkir memasukkan nomor kendaraan pada mesin parkir di jalan Sabang, Minggu (21/1/2018). Mesin parkir di jalan Sabang kembali digunakan setelah sebelumnya tidak difungsikanKompas.com/Setyo Adi Petugas parkir memasukkan nomor kendaraan pada mesin parkir di jalan Sabang, Minggu (21/1/2018). Mesin parkir di jalan Sabang kembali digunakan setelah sebelumnya tidak difungsikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Manager Humas UP Perparkiran Ivan Valentino mengatakan, sistem terminal parkir elektronik (TPE) telah membuat penerimaan UP Perpakiran meningkat sangat signifikan.

Dari catatan UP Perpakiran, pada 2016 atau saat TPE pertama kali digunakan, pendapatan dari parkir sebesar Rp 52 miliar. TPE mulai beroperasi pada Oktober 2016. Pada 2017, pendapatan dari parkir naik 100 persen lebih menjadi Rp 107, 8 miliar.

Dengan melihat pendapatan yang signifikan, UP Perpakiran pada 2018 meningkatkan target pendapatan dari perparkiran menjadi Rp 115 miliar.

"Dengan adanya lokasi pengembangan, TPE naik menjadi Rp 107,8 miliar. Kan bisa dilihat bagaimana dahsyatnya penerimaan itu," kata Ivan, Rabu (14/2/2018).

Baca juga : Parkir Meter di Jalan Sabang Kembali Dioperasikan

Ia mengatakan, dengan TPE, pemasukan di 16 titik lokasi TPE bisa diawasi serta kecurangan oleh oknum juru parkir nakal bisa diminimalisasi. Namun, Ivan mengakui masih ada jukir nakal yang melakukan kecurangan. Kepada jukir tersebut, pihaknya akan melakukan tindakan tegas, termasuk saksi pemecatan.

"Yang pertama bahwa petugas parkir di lapangan bukan malaikat. Kami melakukan pengawasan dan itu luar biasa. Kami apelin dan berikan pengarahan dan enggak segan-segan kalau mereka membuat kesalahan akan kami tindak tegas," ujar Ivan.

Penggunaan TPE mulai dilakukan pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Selain mencegah kebocoran dan memberdayakan juru parkir, sistem parkir meter juga diterapkan untuk mencegah korupsi.

Dengan parkir meter, lama kendaraan parkir terekam. Parkir meter dapat memastikan tarif retribusi yang harus dibayar pengguna kendaraan dan retribusi itu masuk ke pendapatan daerah.

Sebelumnya ada sekitar 201 mesin parkir meter yang terpasang di 16 lokasi di Jakarta. Saat ini ada dua lokasi masa kontraknya habis, yaitu di Kelapa Gading dan Falatehan, Jakarta Selatan. Pemprov DKI masih melakukan tender untuk mencari operator baru guna menangani perparkiran di dua kawasan itu.

Baca juga : Kontrak Parkir Meter di 3 Wilayah Habis, Bayar Parkir Kembali Manual


Komentar

Close Ads X