Warga Cakung Cilincing Disebut Protes karena Bangunan yang Akan Digusur Tempat Usaha Strategis

Kompas.com - 06/09/2018, 08:46 WIB
Sejumlah warga Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Timur, berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/9/2018). Mereka berdemo karena tempat tinggalnya akan digusur. KOMPAS.com/NURSITA SARISejumlah warga Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Timur, berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (5/9/2018). Mereka berdemo karena tempat tinggalnya akan digusur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kota Jakarta Timur Usmayadi mengakui adanya protes warga Cakung Cilincing, Jakarta Timur, yang bangunannya akan digusur untuk normalisasi saluran pengendali banjir.

Usmayadi menyebut, warga protes karena bangunan yang harus dikosongkan salah satunya merupakan tempat usaha yang lokasinya strategis.

"Mereka sudah ketar-ketir karena mereka itu bukan tempat tinggal, di situ tempat usaha. Tempat tinggal juga ada, anak buahnya, pegawainya," ujar Usmayadi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/9/2018) malam.

"Mereka itu yang sudah punya pekerjaan yang berusaha di pinggir jalan utama. Jadi, kan ramai, nilai belinya tinggi," tambah dia.

Baca juga: Tolak Penggusuran, Sejumlah Warga Cakung Cilincing Demo di Balai Kota DKI

Usmayadi menyampaikan, warga yang akan terdampak penggusuran itu sudah mengadu ke Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Mereka meminta perlindungan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan rencana penggusuran.

"Ini kan mereka usaha di tempat yang strategis. Kalau bisa jangan dibongkar di situ, usaha di situ, itu keinginan dia. Makanya dia menghubungi anggota Komisi A Dewan," kata dia.

Dalam pertemuan di Komisi A, Usmayadi mengaku, sudah menjelaskan kepada warga soal bayar ganti rugi. Asalkan, warga memiliki sertifikat tanah atau bangunan yang mereka tempati.

Namun, ternyata warga tidak memiliki sertifikat karena yang mereka duduki merupakan lahan negara.

"Kalau misalnya warga punya surat-surat tanah, ada normalisasi gitu, kita bayar. Tapi, kalau tanah negara, ya dia harus bersyukur karena dia sudah menikmati berapa tahun tanah itu, sekarang mau dipakai sama pemerintah," ucap Usmayadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

Megapolitan
Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero 'Jenderal' Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Kronologi Ditilangnya Pengemudi Pajero "Jenderal" Kekaisaran Sunda Nusantara, Awalnya karena Pelat Palsu

Megapolitan
Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi 'Duta Masker'

Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi "Duta Masker"

Megapolitan
Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Seputar SIKM Jakarta, dari Cara Daftar hingga Syarat Dokumen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

[POPULER JABODETABEK] Dokumen Wajib Penumpang Pesawat di Masa Larangan Mudik | Sidang Rizieq

Megapolitan
Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Puing Longsoran Sumbat Kali, Ratusan Rumah di Jagakarsa Kebanjiran

Megapolitan
Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Update 5 Mei: Pasien Covid-19 Depok Berkurang Jadi 1.531 Orang

Megapolitan
Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Megapolitan
Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X