Polisi Masih Dalami Kasus Runtuhnya Proyek Rumah di PIK

Kompas.com - 19/09/2018, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami kasus runtuhnya proyek pembangunan rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada Kamis (13/9/2018) lalu.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan atau ada faktor kelalaian pekerja.

"Belum dipastikan murni kecelakaan kerja atau ada kelalaian kerja, masih diselidiki itu ada beberapa saksi, dari Kanit sendiri belum lapor ke saya perkembangannya bagaimana," kata Rachmat di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (19/9/2018).

Ia menyebutkan, sudah ada delapan saksi yang diperiksa polisi yaitu para tukang dan mandor proyek. Menurut dia, arsitek rumah dan beberapa ahli juga akan dipanggil untuk diperiksa.

Baca juga: Evakuasi Korban Rumah Runtuh di PIK Tunggu Alat Berat

Mandor proyek, kata dia, mesti bertanggung-jawab atas peristiwa yang merenggut satu korban jiwa itu.

"Yang bertanggung jawab kayaknya sih mandor ya karena dia pengawasannya kan bisa berhitunglah, ini steger nya kuat ngga, perlu ditambah penyangganya ngga," kata Rachmat.

Hingga saat ini, proyek tersebut belum bisa dilanjutkan karena masih dalam pemeriksaan polisi. Garis polisi pun masih terpasang di lokasi.

Rumah itu runtuh karena steger atau perancah diduga tidak kuat menahan beban saat dilakukan pengecoran.

Sebanyak tujuh orang pekerja luka-luka dan satu orang lainnya tewas dalam peristia itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

PPSU Berendam di Saluran Air, Lurah Jelambar Diperiksa Inspektorat DKI

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Wali Kota Jakbar Tunggu Rekomendasi BKD dan Inspektorat Terkait PPSU Direndam

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Wali Kota Jakbar Sebut Keterlaluan PPSU Jelambar Direndam untuk Senang-senang

Megapolitan
Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Damkar Temukan 18 Ekor Ular Kobra di Joglo

Megapolitan
Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Megapolitan
Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

Megapolitan
Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Pantai di Cilincing Dipenuhi Sampah yang Terbawa Arus karena Angin Barat

Megapolitan
Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Jika Fondasi Tidak di Saluran Air, Warga Matraman Tidak Perlu Cemas Rumah Ambruk

Megapolitan
Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Perbaikan Rumah yang Ambruk di Matraman Tunggu Pengerjaan Saluran Air Selesai

Megapolitan
Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Bangun LRT Pulogadung-Kebayoran Lama, Pemprov DKI Usul Stasiun Transit MRT Diubah

Megapolitan
Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Ketika Kebun Belimbing di Margonda Kota Depok Tinggal Sejarah

Megapolitan
Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Sisir PIK Avenue Saat Malam Minggu, BPRD Temukan 50 Mobil Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Asal Usul Julukan Kota Belimbing untuk Depok, Bukan Sekadar karena Banyak Kebun Belimbingnya

Megapolitan
Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Wali Kota: Kontraktor Akan Perbaiki Rumah yang Ambruk karena Proyek Saluran Air di Matraman

Megapolitan
Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Rusunami DP 0 di Cilangkap Akan Dilintasi Mikrotrans Jak 36

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X